Pengaruh Aset Pajak Tangguhan dan Beban Pajak Tangguhan terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2021–2023
Abstract. Earnings management practices are often carried out by company management to influence financial statements to meet stakeholder expectations, especially investors and regulators. One of the instruments that have the potential to be utilized in this practice is the deferred tax asset account and deferred tax expense. This study aims to examine the effect of these two variables on earnings management in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2021-2023. This study uses secondary data obtained from annual financial reports of 16 companies for 3 years, using purposive sampling method. The approach used to test the hypothesis is the multiple linear regression analysis method. The results showed that simultaneously deferred tax assets and expenses have a significant effect on earnings management. Partially, deferred tax assets have a significant positive effect on earnings management, while deferred tax expenses have no effect on earnings management. This finding implies that deferred tax assets have the potential to be used as a managerial tool in managing earnings, thus becoming an important indicator in analyzing the quality of financial statements. The implications of these results can be used as a reference for auditors and regulators in improving supervision of financial reporting practices in the financial sector. It is suggested that future researchers can examine by adding variables or models. Abstrak. Praktik manajemen laba sering kali dilakukan manajemen perusahaan untuk memengaruhi laporan keuangan guna memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan, khususnya investor dan regulator. Salah satu instrumen yang berpotensi dimanfaatkan dalam praktik tersebut adalah akun aset pajak tangguhan dan beban pajak tangguhan,. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kedua variabel tersebut. terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021-2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan sebanyak 16 perusahaan selama 3 tahun, dengan metode purposive sampling. Pendekatan yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan aset dan beban pajak tangguhan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Secara parsial, aset pajak tangguhan berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, sementara beban pajak tangguhan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Temuan ini menyiratkan bahwa aset pajak tangguhan berpotensi dijadikan alat manajerial dalam mengelola laba, sehingga menjadi indikator penting dalam analisis kualitas laporan keuangan. Implikasi dari hasil ini dapat dijadikan acuan bagi auditor dan regulator dalam meningkatkan pengawasan atas praktik pelaporan keuangan di sektor keuangan. Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti dengan menambahkan variabel ataupun model lain untuk mendeteksi manajemen laba.
Authors
- Asri Suangga
- Diamonalisa Sofianty
- Safrina Azzahra
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Accountancy
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsa.v5i2.20644
- Primary Topic
- Taxation and Compliance Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00