Hubungan Antara Pengembangan Desa Wisata dengan Kesejahteraan Subjektif Masyarakat
Abstract. This study aims to analyze the relationship between the development of tourism villages and the subjective well-being of the community in Alamendah Village, Bandung Regency. The background of this research is based on the phenomenon of increasing village tourism activities which have not been fully studied in terms of non-material well-being of the community. The approach used is quantitative with the type of explanatory research. Primary data was collected through the distribution of a Likert-scale questionnaire to 100 respondents, while secondary data was obtained from official government planning documents and publications. The research instruments included eight indicators of tourism development and five subjective indicators of well-being, which were analyzed using canonical correlation tests. The results of the study show that there is a significant relationship between the development of tourism villages and the subjective level of community well-being, especially in the indicators of innovation, facilities, and communication that contribute to life satisfaction and community gratitude. These findings show that the success of tourism villages is not only measured through economic indicators, but also from how the community interprets the social and psychological changes that occur. Participatory approaches and community-based management are important keys in creating sustainable tourism villages. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengembangan desa wisata dan kesejahteraan subjektif masyarakat di Desa Alamendah, Kabupaten Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya kegiatan pariwisata desa yang belum sepenuhnya dikaji dari sisi kesejahteraan non-material masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 100 responden, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen perencanaan dan publikasi resmi pemerintah. Instrumen penelitian mencakup delapan indikator pengembangan wisata dan lima indikator kesejahteraan subjektif, yang dianalisis menggunakan uji korelasi kanonikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengembangan desa wisata dan tingkat kesejahteraan subjektif masyarakat, khususnya pada indikator inovasi, fasilitas, dan komunikasi yang berkontribusi terhadap kepuasan hidup dan rasa syukur masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur melalui indikator ekonomi, tetapi juga dari bagaimana masyarakat memaknai perubahan sosial dan psikologis yang terjadi. Pendekatan partisipatif dan pengelolaan berbasis masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan desa wisata yang berkelanjutan.
Authors
- Dimas Andarista Nursidiq
- Gina Puspitasari Rochman
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
- Encana (Canada) (CA)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsurp.v5i2.19620
- Primary Topic
- Community-based Tourism Development and Sustainability
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00