Kajian Geoteknik Lereng untuk Menentukan Nilai Ambang Batas Getaran Hasil Peledakan pada Lereng High Wall Blok 24 & 26 Pit Gunung Turak PT Antareja Mahada Makmur di Site MHU, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan

Abstract. This study aims to assess slope stability at Pit Gunung Turak, PT Antareja Mahada Makmur, located at the MHU Site, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan, and to determine safe blast-induced vibration threshold values for Block 24 and Block 26. The main objectives include analyzing the physical and mechanical properties of slope-forming rocks, classifying rock mass to identify failure tendencies, calculating safety factors and landslide probabilities, and identifying potential types of slope failure. The methods used include probabilistic slope failure analysis, limit equilibrium methods, stereographic projection, and discontinuity mapping through scanline techniques. Probabilistic approaches account for geotechnical and geological uncertainties, while limit equilibrium methods evaluate static slope stability. Stereographic analysis and discontinuity mapping help identify weak planes that may trigger slope failure.The results indicate that the safe vibration threshold for Block 24 ranges between 0.006–0.009, and for Block 26 between 0.05–0.08. These thresholds serve as guidelines for designing safe blasting operations, as vibrations exceeding these limits may lead to slope instability or failure. Overall, this study contributes significantly to safe blast design in open-pit mining, emphasizing slope stability and the sustainability of mining operations. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengkaji kestabilan lereng di Pit Gunung Turak, PT Antareja Mahada Makmur, Site MHU, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, serta menentukan nilai ambang batas getaran peledakan yang aman pada Blok 24 dan 26. Tujuan utama meliputi analisis sifat fisik dan mekanik batuan, klasifikasi massa batuan, perhitungan faktor keamanan dan probabilitas longsor, serta identifikasi jenis longsoran yang mungkin terjadi.Metode yang digunakan mencakup pendekatan probabilitas longsor, kesetimbangan batas, analisis stereografi, dan pemetaan bidang diskontinu menggunakan teknik scanline. Pendekatan probabilistik digunakan untuk mempertimbangkan ketidakpastian data geoteknik dan geologi. Metode kesetimbangan batas menganalisis stabilitas lereng secara statik, sementara analisis stereografi dan pemetaan diskontinu mengidentifikasi bidang lemah yang berpotensi menyebabkan keruntuhan. Hasil menunjukkan nilai ambang batas getaran aman pada Blok 24 berkisar antara 0,006–0,009, dan Blok 26 antara 0,05–0,08. Nilai ini penting sebagai acuan dalam merancang peledakan yang aman agar tidak mengganggu kestabilan lereng. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi perencanaan peledakan yang lebih aman di tambang terbuka, dengan mengedepankan keselamatan dan keberlanjutan operasional pertambangan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Mining Engineering
Published
2025-08-07
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsme.v5i2.21415
Primary Topic
Geotechnical and construction materials studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kajian Geoteknik Lereng untuk Menentukan Nilai Ambang Batas Getaran Hasil Peledakan pada Lereng High Wall Blok 24 & 26 Pit Gunung Turak PT Antareja Mahada Makmur di Site MHU, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan

Iswandaru, Yunus Ashari, Iqbal Haryoto
Bandung Conference Series Mining Engineering
Geotechnical and construction materials studies
article

Kajian Geoteknik Lereng untuk Menentukan Nilai Ambang Batas Getaran Hasil Peledakan pada Lereng High Wall Blok 24 & 26 Pit Gunung Turak PT Antareja Mahada Makmur di Site MHU, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan

Iswandaru, Yunus Ashari, Iqbal Haryoto
article en

Abstract

Abstract. This study aims to assess slope stability at Pit Gunung Turak, PT Antareja Mahada Makmur, located at the MHU Site, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan, and to determine safe blast-induced vibration threshold values for Block 24 and Block 26. The main objectives include analyzing the physical and mechanical properties of slope-forming rocks, classifying rock mass to identify failure tendencies, calculating safety factors and landslide probabilities, and identifying potential types of slope failure. The methods used include probabilistic slope failure analysis, limit equilibrium methods, stereographic projection, and discontinuity mapping through scanline techniques. Probabilistic approaches account for geotechnical and geological uncertainties, while limit equilibrium methods evaluate static slope stability. Stereographic analysis and discontinuity mapping help identify weak planes that may trigger slope failure.The results indicate that the safe vibration threshold for Block 24 ranges between 0.006–0.009, and for Block 26 between 0.05–0.08. These thresholds serve as guidelines for designing safe blasting operations, as vibrations exceeding these limits may lead to slope instability or failure. Overall, this study contributes significantly to safe blast design in open-pit mining, emphasizing slope stability and the sustainability of mining operations. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengkaji kestabilan lereng di Pit Gunung Turak, PT Antareja Mahada Makmur, Site MHU, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, serta menentukan nilai ambang batas getaran peledakan yang aman pada Blok 24 dan 26. Tujuan utama meliputi analisis sifat fisik dan mekanik batuan, klasifikasi massa batuan, perhitungan faktor keamanan dan probabilitas longsor, serta identifikasi jenis longsoran yang mungkin terjadi.Metode yang digunakan mencakup pendekatan probabilitas longsor, kesetimbangan batas, analisis stereografi, dan pemetaan bidang diskontinu menggunakan teknik scanline. Pendekatan probabilistik digunakan untuk mempertimbangkan ketidakpastian data geoteknik dan geologi. Metode kesetimbangan batas menganalisis stabilitas lereng secara statik, sementara analisis stereografi dan pemetaan diskontinu mengidentifikasi bidang lemah yang berpotensi menyebabkan keruntuhan. Hasil menunjukkan nilai ambang batas getaran aman pada Blok 24 berkisar antara 0,006–0,009, dan Blok 26 antara 0,05–0,08. Nilai ini penting sebagai acuan dalam merancang peledakan yang aman agar tidak mengganggu kestabilan lereng. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi perencanaan peledakan yang lebih aman di tambang terbuka, dengan mengedepankan keselamatan dan keberlanjutan operasional pertambangan.

Bandung Conference Series Mining EngineeringVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 78%
Geotechnical and construction materials studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.