Model Pembelajaran Keagamaan Berbasis Peer Group dalam Ikatan Remaja Masjid (IRMA) di MAN Bandung Barat
This study aims to describe the religious learning model based on peer groups implemented in the Mosque Youth Association (IRMA) at MAN Bandung Barat. The focus of the research includes the approaches, strategies, and methods used to instill religious values in students through peer group activities. This research adopts a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The results show that religious learning activities in IRMA are carried out informally, collaboratively, and experientially. Activities such as discussions, mentoring, and religious practices guided by peers have been proven to enhance students' motivation and understanding of religious values. Students become more diligent in participating in congregational prayers at school, take on roles as speakers in religious activities, and apply religious teachings in daily life. Based on the methods and techniques used in this study, it is concluded that the strength of this research lies in its specific focus on the implementation of a peer group-based religious learning model within the IRMA organization a topic that has not been widely explored, especially in the context of public Islamic schools (madrasah). Previous studies have generally discussed religious education in formal classroom settings or mosque youth development in general, without highlighting the strategic role of peer groups as non-formal agents of religious learning within the school environment. Keagamaan berbasis peer group (kelompok sebaya) yang diterapkan dalam Ikatan Remaja Masjid (IRMA) di MAN Bandung Barat. Fokus penelitian ini mencakup pendekatan, strategi, dan metode yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa melalui kegiatan kelompok sebaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran keagamaan dalam IRMA dilaksanakan secara informal, kolaboratif, dan berbasis pengalaman. Aktivitas seperti diskusi, mentoring, dan praktik keagamaan yang dipandu oleh teman sebaya terbukti mampu meningkatkan motivasi, pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Agama, siswa rajin berjamaah di sekolah, siswa dapat menjadi pemateri melalui kegiatan keagamaan, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini, diperoleh hasil akhir bahwa terletak pada fokusnya yang spesifik terhadap penerapan model pembelajaran keagamaan berbasis peer group dalam organisasi IRMA yang belum banyak dikaji secara mendalam dalam konteks madrasah negeri. Penelitian sebelumnya umumnya membahas pembelajaran keagamaan secara formal di kelas atau dalam konteks pembinaan remaja masjid secara umum, tanpa menyoroti peran kelompok sebaya secara strategis sebagai agen pembelajaran keagamaan nonformal di lingkungan sekolah.
Authors
- Ulvah Nur’aeni
- Nan Rahminawati (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-9404-6840)
- Riza Mar'atus Sholihah
Institutions
- Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Education
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsied.v5i2.20346
- Primary Topic
- Islamic Studies and Radicalism
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00