Analisis Potensi Diri Menurut Imam Al Ghazali dalam Buku Ihya Ulumuddin Jilid IV dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam

Abstract. Every individual essentially has a potential that can be developed, human potential is associated with the talents that a person has. In general, talent is the potential ability possessed by a person to achieve success in the future. The education desired by al-Ghazali is to get closer (taqarrub) to Allah and human perfection to achieve a level of happiness in this world and the hereafter. AlGhazali's thinking about education, which in this case is more focused on Islamic education, is to highlight moralistic religious characteristics without ignoring worldly affairs. Therefore, he views it progressively and has the principle of being optimistic about students' progress in the educational process. This view is in line with the formulation of educational goals which determine various aspects of education, such as curriculum, teaching methods, teacher roles, and others. The author used a qualitative approach in conducting this research. And the research method that I use is descriptive analysis where the presentation of this research is more inclined towards reading or scientific studies regarding personal potential according to the Koran, self-potential from experts and according to Imam Al-Ghazali, as well as its implications for Islamic religious education. Keywords: Potential, Self-potential, Islamic Education Abstrak. Setiap individu pada hakikatnya memiliki suatu potensi yang dapat dikembangkan, potensi diri manusia dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Secara umum, bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. pendidikan yang diinginkan oleh al-Ghazali adalah mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dan kesempurnaan manusia untuk mencapai tingkat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pemikiran Al Ghazali tentang pendidikan, yang dalam hal ini lebih dikhusukan pada pendidikan Islam adalah untuk menonjolkan karakteristik religius moralis dengan tidak mengabaikan urusan keduniaan. Maka dari itu ia memandang secara progresif dan berprinsip bahwa pada sikap optimistis tentang kemajuan siswa dalam proses pendidikannya. Pandangan ini sejalan dengan rumusan tujuan pendidikan yang menentukan berbagai aspek pendidikan, seperti kurikulum, metode pengajaran, peran guru, dan lainnya. Pendekatan dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang saya gunakan adalah analisis deskriptif dimana pada pemaparan penelitian ini lebih condong kepada pembacaan atau kajian-kajian ilmiah mengenai potensi diri menurut Al-Quran, potensi diri dari para ahli dan menurut Imam Al-Ghazali, serta implikasinya terhadap Pendidikan agama Islam. Kata Kunci: Potensi, Potensi diri, Pendidikan Islam

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Islamic Education
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsied.v5i2.20419
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Potensi Diri Menurut Imam Al Ghazali dalam Buku Ihya Ulumuddin Jilid IV dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam

Sobar Al Ghazal, Dedih Surana, Muhamad Fajar Sidik
Bandung Conference Series Islamic Education
Education and Character Development
article

Analisis Potensi Diri Menurut Imam Al Ghazali dalam Buku Ihya Ulumuddin Jilid IV dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam

Sobar Al Ghazal, Dedih Surana, Muhamad Fajar Sidik
article en

Abstract

Abstract. Every individual essentially has a potential that can be developed, human potential is associated with the talents that a person has. In general, talent is the potential ability possessed by a person to achieve success in the future. The education desired by al-Ghazali is to get closer (taqarrub) to Allah and human perfection to achieve a level of happiness in this world and the hereafter. AlGhazali's thinking about education, which in this case is more focused on Islamic education, is to highlight moralistic religious characteristics without ignoring worldly affairs. Therefore, he views it progressively and has the principle of being optimistic about students' progress in the educational process. This view is in line with the formulation of educational goals which determine various aspects of education, such as curriculum, teaching methods, teacher roles, and others. The author used a qualitative approach in conducting this research. And the research method that I use is descriptive analysis where the presentation of this research is more inclined towards reading or scientific studies regarding personal potential according to the Koran, self-potential from experts and according to Imam Al-Ghazali, as well as its implications for Islamic religious education. Keywords: Potential, Self-potential, Islamic Education Abstrak. Setiap individu pada hakikatnya memiliki suatu potensi yang dapat dikembangkan, potensi diri manusia dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Secara umum, bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. pendidikan yang diinginkan oleh al-Ghazali adalah mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dan kesempurnaan manusia untuk mencapai tingkat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pemikiran Al Ghazali tentang pendidikan, yang dalam hal ini lebih dikhusukan pada pendidikan Islam adalah untuk menonjolkan karakteristik religius moralis dengan tidak mengabaikan urusan keduniaan. Maka dari itu ia memandang secara progresif dan berprinsip bahwa pada sikap optimistis tentang kemajuan siswa dalam proses pendidikannya. Pandangan ini sejalan dengan rumusan tujuan pendidikan yang menentukan berbagai aspek pendidikan, seperti kurikulum, metode pengajaran, peran guru, dan lainnya. Pendekatan dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang saya gunakan adalah analisis deskriptif dimana pada pemaparan penelitian ini lebih condong kepada pembacaan atau kajian-kajian ilmiah mengenai potensi diri menurut Al-Quran, potensi diri dari para ahli dan menurut Imam Al-Ghazali, serta implikasinya terhadap Pendidikan agama Islam. Kata Kunci: Potensi, Potensi diri, Pendidikan Islam

Bandung Conference Series Islamic EducationVol. 5(2)
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID)
Openalex Percentile: Top 76%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.