Strategi Pembelajaran Tahfidz dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an bagi Peserta Didik Sekolah Dasar Islam Nadindra Kabupaten Bekasi
Abstract. The Nadindra Islamic Elementary School located in Bekasi Regency applies an Islamic-based approach, so that the Tahfidz Al-Qur'an program is used as one of the main subjects scheduled every day and listed in student report cards, not only as extracurricular activities. The memorization target set is the last two juz in the Qur'an, namely Juz 29 and 30, which must be mastered by students after completing education. This study uses a qualitative approach with analytical descriptive methods. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis is carried out through the data collection stage, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Tahfidz program planning in this school is carried out through several stages, namely setting learning objectives, identification of targets, curriculum preparation and syllabus, and the selection of learning methods. Program implementation includes teacher readiness, implementation of learning in class, and evaluating the memorization of the Qur'an. The methods used by the teacher in the tahfidz learning process include the sima'i (listening), Kitabah (writing), and wahdah (repetition) methods. Evaluation is carried out based on competency standards and assessment indicators, by selecting the appropriate type of evaluation and processing the results systematically. Abstrak. Sekolah Dasar Islam Nadindra yang terletak di Kabupaten Bekasi menerapkan pendekatan berbasis keislaman, sehingga program tahfidz Al-Qur’an dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran utama yang dijadwalkan setiap hari dan tercantum dalam rapor siswa, bukan hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Target hafalan yang ditetapkan adalah dua juz terakhir dalam Al-Qur’an, yakni juz 29 dan 30, yang harus dikuasai oleh siswa setelah menyelesaikan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Perencanaan program tahfidz di sekolah ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penetapan tujuan pembelajaran, identifikasi sasaran, penyusunan kurikulum dan silabus, serta pemilihan metode pembelajaran. Pelaksanaan program mencakup kesiapan guru, pelaksanaan pembelajaran di kelas, serta evaluasi terhadap hafalan Al-Qur’an. Adapun metode yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran tahfidz meliputi metode Sima’i (mendengar), Kitabah (menulis), dan Wahdah (pengulangan). Evaluasi dilakukan berdasarkan standar kompetensi dan indikator penilaian, dengan memilih jenis evaluasi yang sesuai serta mengolah hasilnya secara sistematis.
Authors
- Aep Saepudin (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-8204-4469)
- Helmi Aziz (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-0003-3625)
- Syifa Luthfiah Azhari
Institutions
- Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Education
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsied.v5i2.20627
- Primary Topic
- Education and Character Development
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00