Pengaruh Emotional Intelligence terhadap Work-Life Balance pada Karyawan Marketing MUF Kab Indramayu
Abstract. Marketing employees face high work demands that may affect their ability to maintain balance between work and personal life. Emotional Intelligence is considered one of the psychological resources that support this balance. This study aims to examine the effect of Emotional Intelligence on Work-Life Balance among marketing employees at Mandiri Utama Finance Jatibarang. The study employed a quantitative approach with a causal approach, involving 25 participants through a total sampling technique. Data were collected using an assessing Emotional Intelligence scale (AES) based on Salovey and Mayer’s theory (1990) and a Work-Life Balance scale (WLBS) by Fisher et a (2009). The results of multiple regression analysis revealed that Emotional Intelligence significantly influences Work-Life Balance (p < 0.05), with emotional expression and use showing a positive contribution, while emotional regulation had a negative impact. This suggest that although emotional awareness and application enhance balance, difficulty in regulating emotional may hinder employees’ ability to integrate work and personal life effectively. Abstrak. Karyawan marketing menghadapi tuntutan kerja yang tinggi yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Emotional Intelligence (EI) dipandang sebagai salah satu sumber daya psikologis yang dapat mendukung keseimbangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Emotional Intelligence terhadap Work-Life Balance pada karyawan marketing Mandiri Utama Finance Jatibarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional deskriptif dan melibatkan 25 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Emotional Intelligence menggunakan Asessing Emotional Intelligence Scale (AES) berdasarkan teori Salovey dan Mayer 1990 yang di adaptasi oleh Dr. Natris Idriyani, M.Si (2020) serta skala Work-Life Balance Scale (WLBS) berdasarkan teori Fisher et al. (2009) yang di adaptasi oleh Gunawan et al. (2019). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa Emotional Intelligence berpengaruh signifikan terhadap Work-Life Balance (p < 0,05), dengan aspek pengungkapan dan penggunaan emosi memberikan kontribusi positif, sedangkan aspek pengaturan emosi berdampak negatif. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan pemanfaatan emosi dapat meningkatkan keseimbangan, namun kesulitan dalam pengaturan emosi justru dapat menghambat integrasi antara peran kerja dan kehidupan pribadi.
Authors
- Oki Mardiawan
- Fesa Dwiayu Riantoro
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-07-30
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19195
- Primary Topic
- Employee Performance and Management
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00