Analisis Kelayakan Investasi Proyek Rumah Susun Kedaung Kota Tangerang melalui Skema KPBU dengan Pendekatan BMC

Abstract. The rapid urbanization and limited fiscal capacity of the government have created significant challenges in providing decent housing, particularly in the Kedaung area of Tangerang City, which is categorized as a priority slum area. This study analyzes the investment feasibility of a rental housing project (rusunawa) using a Public-Private Partnership (PPP) scheme and the Business Model Canvas (BMC) framework. Employing a descriptive-quantitative approach, this study uses financial metrics such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP) over a 30-year concession period. The project includes three residential towers with 287 units, retail areas, and supporting public facilities. With an estimated capital expenditure of IDR 58 billion, the funding scheme comprises 40% government support (Viability Gap Fund) and 60% private equity. Revenue is projected from residential and commercial rent with 90% occupancy and a 3% annual escalation. The financial analysis shows a positive NPV of IDR 3.4 billion, an IRR of 8%, and a payback period of 11 years. The BMC approach provides a comprehensive structure of stakeholders, revenue streams, and cost structures. The Build-Operate-Transfer (BOT) model is deemed the most suitable PPP scheme. The study concludes that the project is both financially and structurally feasible and recommends further technical feasibility study and market sounding for implementation. Abstrak. Urbanisasi yang pesat dan terbatasnya kapasitas fiskal pemerintah telah menciptakan tantangan yang signifikan dalam menyediakan perumahan yang layak, khususnya di wilayah Kedaung, Kota Tangerang, yang dikategorikan sebagai kawasan kumuh prioritas. Studi ini menganalisis kelayakan investasi proyek perumahan sewa (rusunawa) menggunakan skema Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPBU) dan kerangka kerja Business Model Canvas (BMC). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif, studi ini menggunakan metrik keuangan seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP) selama masa konsesi 30 tahun. Proyek ini mencakup tiga menara hunian dengan 287 unit, area ritel, dan fasilitas umum pendukung. Dengan perkiraan belanja modal sebesar Rp 58 miliar, skema pendanaan terdiri dari 40% dukungan pemerintah (Viability Gap Fund) dan 60% ekuitas swasta. Pendapatan diproyeksikan dari sewa hunian dan komersial dengan okupansi 90% dan eskalasi tahunan sebesar 3%. Analisis finansial menunjukkan NPV positif sebesar Rp3,4 miliar, IRR 8%, dan periode pengembalian modal (payback period) 11 tahun. Pendekatan BMC menyediakan struktur pemangku kepentingan, aliran pendapatan, dan struktur biaya yang komprehensif. Model Bangun-Gunakan-Serah (BOT) dianggap sebagai skema KPS yang paling sesuai. Studi ini menyimpulkan bahwa proyek ini layak secara finansial dan struktural, serta merekomendasikan studi kelayakan teknis lebih lanjut dan penjajakan pasar untuk implementasinya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsurp.v5i2.20473
Primary Topic
Management and Optimization Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Kelayakan Investasi Proyek Rumah Susun Kedaung Kota Tangerang melalui Skema KPBU dengan Pendekatan BMC

Nur Amna Nazelina, Fachmy Pradifta
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Management and Optimization Techniques
article

Analisis Kelayakan Investasi Proyek Rumah Susun Kedaung Kota Tangerang melalui Skema KPBU dengan Pendekatan BMC

Nur Amna Nazelina, Fachmy Pradifta
article en

Abstract

Abstract. The rapid urbanization and limited fiscal capacity of the government have created significant challenges in providing decent housing, particularly in the Kedaung area of Tangerang City, which is categorized as a priority slum area. This study analyzes the investment feasibility of a rental housing project (rusunawa) using a Public-Private Partnership (PPP) scheme and the Business Model Canvas (BMC) framework. Employing a descriptive-quantitative approach, this study uses financial metrics such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP) over a 30-year concession period. The project includes three residential towers with 287 units, retail areas, and supporting public facilities. With an estimated capital expenditure of IDR 58 billion, the funding scheme comprises 40% government support (Viability Gap Fund) and 60% private equity. Revenue is projected from residential and commercial rent with 90% occupancy and a 3% annual escalation. The financial analysis shows a positive NPV of IDR 3.4 billion, an IRR of 8%, and a payback period of 11 years. The BMC approach provides a comprehensive structure of stakeholders, revenue streams, and cost structures. The Build-Operate-Transfer (BOT) model is deemed the most suitable PPP scheme. The study concludes that the project is both financially and structurally feasible and recommends further technical feasibility study and market sounding for implementation. Abstrak. Urbanisasi yang pesat dan terbatasnya kapasitas fiskal pemerintah telah menciptakan tantangan yang signifikan dalam menyediakan perumahan yang layak, khususnya di wilayah Kedaung, Kota Tangerang, yang dikategorikan sebagai kawasan kumuh prioritas. Studi ini menganalisis kelayakan investasi proyek perumahan sewa (rusunawa) menggunakan skema Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPBU) dan kerangka kerja Business Model Canvas (BMC). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif, studi ini menggunakan metrik keuangan seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP) selama masa konsesi 30 tahun. Proyek ini mencakup tiga menara hunian dengan 287 unit, area ritel, dan fasilitas umum pendukung. Dengan perkiraan belanja modal sebesar Rp 58 miliar, skema pendanaan terdiri dari 40% dukungan pemerintah (Viability Gap Fund) dan 60% ekuitas swasta. Pendapatan diproyeksikan dari sewa hunian dan komersial dengan okupansi 90% dan eskalasi tahunan sebesar 3%. Analisis finansial menunjukkan NPV positif sebesar Rp3,4 miliar, IRR 8%, dan periode pengembalian modal (payback period) 11 tahun. Pendekatan BMC menyediakan struktur pemangku kepentingan, aliran pendapatan, dan struktur biaya yang komprehensif. Model Bangun-Gunakan-Serah (BOT) dianggap sebagai skema KPS yang paling sesuai. Studi ini menyimpulkan bahwa proyek ini layak secara finansial dan struktural, serta merekomendasikan studi kelayakan teknis lebih lanjut dan penjajakan pasar untuk implementasinya.

Bandung Conference Series Urban & Regional PlanningVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID), Encana (Canada) (CA)
Openalex Percentile: Top 68%
Management and Optimization Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.