Pemilihan Alat Bor Bedasarkan Kinerjanya dalam Penyediaan Lubang Ledak untuk Mencapai Target Produksi di Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Abstract. This research was conducted at PT. Pasific Granitama located in Pangke Village, Karimun Regency, Riau Islands Province. The aim of this study is to evaluate and compare the performance of two drilling machines, Everdigm ECD45E and Tamrock Panthera, in creating blast holes to meet granite production targets. This study applies a technical approach, excluding economic considerations. The methodology includes collecting primary data through field observation on cycle time, penetration rate, work efficiency, and drilling productivity of each drill. Rock characteristics were also classified into three major categories: broken, semi-broken, and massive, to examine their influence on drilling performance. The findings reveal that Tamrock Panthera outperforms Everdigm ECD45E in terms of penetration rate and efficiency, particularly on semi-broken and massive lithologies. Based on linear regression analysis, technical recommendations are provided to improve drill selection and ensure optimal production achievement. Abstrak. Penelitian ini dilakukan di PT. Pasific Granitama yang berlokasi di Desa Pangke, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi dan membandingkan kinerja dua jenis alat bor, yaitu Everdigm ECD45E dan Tamrock Panthera, dalam proses pengeboran lubang ledak untuk mencapai target produksi granit. Penelitian ini menggunakan pendekatan teknis tanpa mempertimbangkan aspek ekonomi. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data primer melalui observasi lapangan terhadap cycle time, laju penetrasi, efisiensi kerja, dan produktivitas pengeboran dari masing-masing alat bor. Selain itu, dilakukan klasifikasi karakteristik batuan menjadi tiga kategori utama: broken, semi broken, dan massive, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap laju penetrasi alat bor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju penetrasi dan efisiensi kerja Tamrock Panthera lebih unggul dibandingkan Everdigm ECD45E, terutama pada litologi batuan semi broken dan massive. Berdasarkan analisis dan perhitungan regresi linier, rekomendasi teknis diberikan dalam paya peningkatan efektivitas pemilihan alat bor guna memastikan tercapainya target produksi secara optimal.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Mining Engineering
Published
2025-08-07
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsme.v5i2.20963
Primary Topic
Management and Optimization Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pemilihan Alat Bor Bedasarkan Kinerjanya dalam Penyediaan Lubang Ledak untuk Mencapai Target Produksi di Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Yunus Ashari, Solihin Solihin, Irham Ramadhan
Bandung Conference Series Mining Engineering
Management and Optimization Techniques
article

Pemilihan Alat Bor Bedasarkan Kinerjanya dalam Penyediaan Lubang Ledak untuk Mencapai Target Produksi di Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Yunus Ashari, Solihin Solihin, Irham Ramadhan
article en

Abstract

Abstract. This research was conducted at PT. Pasific Granitama located in Pangke Village, Karimun Regency, Riau Islands Province. The aim of this study is to evaluate and compare the performance of two drilling machines, Everdigm ECD45E and Tamrock Panthera, in creating blast holes to meet granite production targets. This study applies a technical approach, excluding economic considerations. The methodology includes collecting primary data through field observation on cycle time, penetration rate, work efficiency, and drilling productivity of each drill. Rock characteristics were also classified into three major categories: broken, semi-broken, and massive, to examine their influence on drilling performance. The findings reveal that Tamrock Panthera outperforms Everdigm ECD45E in terms of penetration rate and efficiency, particularly on semi-broken and massive lithologies. Based on linear regression analysis, technical recommendations are provided to improve drill selection and ensure optimal production achievement. Abstrak. Penelitian ini dilakukan di PT. Pasific Granitama yang berlokasi di Desa Pangke, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi dan membandingkan kinerja dua jenis alat bor, yaitu Everdigm ECD45E dan Tamrock Panthera, dalam proses pengeboran lubang ledak untuk mencapai target produksi granit. Penelitian ini menggunakan pendekatan teknis tanpa mempertimbangkan aspek ekonomi. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data primer melalui observasi lapangan terhadap cycle time, laju penetrasi, efisiensi kerja, dan produktivitas pengeboran dari masing-masing alat bor. Selain itu, dilakukan klasifikasi karakteristik batuan menjadi tiga kategori utama: broken, semi broken, dan massive, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap laju penetrasi alat bor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju penetrasi dan efisiensi kerja Tamrock Panthera lebih unggul dibandingkan Everdigm ECD45E, terutama pada litologi batuan semi broken dan massive. Berdasarkan analisis dan perhitungan regresi linier, rekomendasi teknis diberikan dalam paya peningkatan efektivitas pemilihan alat bor guna memastikan tercapainya target produksi secara optimal.

Bandung Conference Series Mining EngineeringVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 68%
Management and Optimization Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.