Pembentukan Karakter ‘Ibad Al-Rahman dalam QS. Al-Furqan Ayat 63–69 (Analisis Edukatif Tafsir Tarbawi Maudhu’i).

Abstract. This study discusses character development based on QS. Al-Furqan verses 63–69, which present the concept of ‘Ibadurrahman: servants of Allah who possess noble traits such as humility, self-control, devotion in worship, avoidance of major sins, and a balanced lifestyle. The study is motivated by the increasing moral crisis among youth, such as violence, free association, and early marriage. The purpose of this research is to examine the character values of ‘Ibadurrahman through the interpretations of classical and contemporary Qur’anic scholars and to analyze their implications for moral education. This study uses a qualitative descriptive method with a thematic (maudhu’i) tafsir approach, supported by character development theories from Kohlberg, Lickona, and Bandura.The findings indicate that the values of ‘Ibadurrahman integrate spiritual, moral, and social dimensions that are highly relevant to contemporary Islamic character education. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral yang melanda generasi muda, seperti meningkatnya tindakan kekerasan, tawuran pelajar, dan pernikahan dini akibat degradasi nilai akhlak. Dalam konteks ini, QS. Al-Furqan ayat 63–69 menghadirkan konsep ‘Ibadurrahman, yaitu hamba-hamba Allah yang memiliki karakter luhur seperti rendah hati, pengendalian diri, ketekunan dalam ibadah, menjauhi dosa besar, dan menjalani hidup secara seimbang. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter Muslim yang berintegritas.Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai karakter ‘Ibadurrahman dalam ayat-ayat tersebut, menelaah penafsiran para mufassir klasik dan kontemporer, serta menganalisis implikasinya dalam konteks pembentukan karakter generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu’i), dengan mengkaji sumber-sumber tafsir seperti Tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, At-Tabari, Al-Misbah, dan Fi Zhilalil Qur’an, serta mengintegrasikan teori pembentukan karakter dari Lawrence Kohlberg, Thomas Lickona, dan Albert Bandura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter ‘Ibadurrahman mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan sosial yang sangat relevan dengan kebutuhan pembentukan karakter remaja masa kini. Konsep ini dapat dijadikan paradigma dalam pendidikan akhlak untuk membentuk pribadi Muslim yang kuat, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Islamic Education
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsied.v5i2.20619
Primary Topic
Qur’anic Interpretation Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pembentukan Karakter ‘Ibad Al-Rahman dalam QS. Al-Furqan Ayat 63–69 (Analisis Edukatif Tafsir Tarbawi Maudhu’i).

Asep Dudi Suhardini, Fitroh Hayati, Yafie Rifqi Fauzan
Bandung Conference Series Islamic Education
Qur’anic Interpretation Studies
article

Pembentukan Karakter ‘Ibad Al-Rahman dalam QS. Al-Furqan Ayat 63–69 (Analisis Edukatif Tafsir Tarbawi Maudhu’i).

Asep Dudi Suhardini, Fitroh Hayati, Yafie Rifqi Fauzan
article en

Abstract

Abstract. This study discusses character development based on QS. Al-Furqan verses 63–69, which present the concept of ‘Ibadurrahman: servants of Allah who possess noble traits such as humility, self-control, devotion in worship, avoidance of major sins, and a balanced lifestyle. The study is motivated by the increasing moral crisis among youth, such as violence, free association, and early marriage. The purpose of this research is to examine the character values of ‘Ibadurrahman through the interpretations of classical and contemporary Qur’anic scholars and to analyze their implications for moral education. This study uses a qualitative descriptive method with a thematic (maudhu’i) tafsir approach, supported by character development theories from Kohlberg, Lickona, and Bandura.The findings indicate that the values of ‘Ibadurrahman integrate spiritual, moral, and social dimensions that are highly relevant to contemporary Islamic character education. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral yang melanda generasi muda, seperti meningkatnya tindakan kekerasan, tawuran pelajar, dan pernikahan dini akibat degradasi nilai akhlak. Dalam konteks ini, QS. Al-Furqan ayat 63–69 menghadirkan konsep ‘Ibadurrahman, yaitu hamba-hamba Allah yang memiliki karakter luhur seperti rendah hati, pengendalian diri, ketekunan dalam ibadah, menjauhi dosa besar, dan menjalani hidup secara seimbang. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter Muslim yang berintegritas.Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai karakter ‘Ibadurrahman dalam ayat-ayat tersebut, menelaah penafsiran para mufassir klasik dan kontemporer, serta menganalisis implikasinya dalam konteks pembentukan karakter generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu’i), dengan mengkaji sumber-sumber tafsir seperti Tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, At-Tabari, Al-Misbah, dan Fi Zhilalil Qur’an, serta mengintegrasikan teori pembentukan karakter dari Lawrence Kohlberg, Thomas Lickona, dan Albert Bandura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter ‘Ibadurrahman mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan sosial yang sangat relevan dengan kebutuhan pembentukan karakter remaja masa kini. Konsep ini dapat dijadikan paradigma dalam pendidikan akhlak untuk membentuk pribadi Muslim yang kuat, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Bandung Conference Series Islamic EducationVol. 5(2)
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID)
Openalex Percentile: Top 76%
Qur’anic Interpretation Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.