Evaluasi Kinerja Operasional Angkot Banjaran - Taman Cibaduyut Indah di Kabupaten Bandung
Abstract. The Banjaran–Taman Cibaduyut Indah corridor shows significant movement potential, driven by predominant land uses such as residential areas (43.43%) and industrial/commercial zones (10.82%). The estimated trip generation reaches 124,186 movements, while the potential passenger demand accounts for only 16.17% (20,089 passengers). Users perceive the quality of public minibus (angkot) services—particularly in terms of travel time and cost efficiency, safety, security, and comfort—as inadequate. Therefore, operational performance must be evaluated using the standards set by the Decree of the Director General of Land Transportation No. SK.687/AJ.206/DRJD/2002 on Technical Guidelines for Urban Public Transport Operations. This study applies a mixed-method approach, combining quantitative and qualitative analysis, with data collected through primary and secondary sources. The findings indicate that six out of eight operational performance parameters require improvement, including load factor, time headway, travel time, service hours, vehicle frequency, number of operating vehicles, and passenger waiting time. Abstrak. Koridor Rute Banjaran – Taman Cibaduyut Indah merupakan wilayah yang memiliki potensi pergerakan besar, dilihat dari penggunaan lahan yang dominan yaitu permukiman (43,43%), dan industri & perdagangan jasa (10,82%). Potensi bangkitan pergerakan koridor ini sebesar 124.186 pergerakan, sedangkan permintaan potensial penumpang hanya 16,17% (20.089 penumpang). Penumpang menilai bahwa kualitas pelayanan angkot dari sisi efektivitas waktu dan biaya, keamanan, keselamatan, dan kenyamanannya masih kurang. Maka, perlu dievaluasi kinerja operasional angkotnya dengan standar pada kebijakan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur. Metode pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dam kualitatif dengan metode analisis deskripsi kuantitatif, dan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat 6 (enam) dari 8 (delapan) parameter kinerja operasional yang perlu diperbaiki, yaitu load factor, time headway, waktu perjalanan, waktu pelayanan, frekuensi kendaraan, kendaraan yang beroperasi, dan waktu tunggu.
Authors
- Ammarrafi Rahman Alharits
- Dadan Mukhsin
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
- Encana (Canada) (CA)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsurp.v5i2.19838
- Primary Topic
- Agriculture and Agroindustry Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00