Analisis Pendapat Jumhur Ulama Terhadap Pemutusan Akad Syirkah pada Nasabah yang Meninggal Dunia (Studi Kasus Bank BJB Syariah Cikampek)
Abstract. This study explores the handling of syirkah contracts following the death of a customer at Bank BJB Syariah Bandung and the role of Islamic scholars' perspectives in the bank’s decision-making process. The research aims to identify the procedures applied by the bank in managing contract continuity and assess the extent to which scholars’ views influence these procedures. Using a qualitative-descriptive method, data were collected through in-depth interviews with bank staff and heirs, as well as document analysis of existing policies. The findings reveal that Bank BJB Syariah follows procedures aligned with Islamic principles, including death verification, communication with the heirs, and a review of contractual terms. The decision to continue or terminate the contract is based on the content of the agreement and scholarly opinions on contract validity after one party’s death. The Sharia Supervisory Board plays a key role in guiding the bank’s decisions in accordance with Islamic law. The study concludes that clearer contract clauses regarding death and improved communication with heirs are necessary to reduce potential legal uncertainties. This highlights the importance of harmonizing legal, operational, and religious aspects in Islamic banking practices. Abstrak. Penelitian ini membahas prosedur penanganan akad syirkah setelah kematian nasabah di Bank BJB Syariah Bandung serta pengaruh pandangan ulama terhadap keputusan bank dalam melanjutkan atau mengakhiri akad tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana bank menangani keberlanjutan akad ketika salah satu pihak meninggal dunia, dan sejauh mana pendapat ulama memengaruhi kebijakan yang diambil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak bank dan ahli waris, serta analisis dokumen terkait kebijakan dan prosedur internal. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis konten untuk menemukan pola dalam implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank BJB Syariah telah menjalankan prosedur sesuai prinsip syariah, seperti verifikasi kematian, komunikasi dengan ahli waris, dan evaluasi terhadap isi akad. Keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan akad bergantung pada klausul dalam akad serta pandangan ulama mengenai keabsahan akad setelah kematian salah satu pihak. Dewan Pengawas Syariah berperan penting dalam memberikan fatwa dan arahan. Penelitian ini merekomendasikan agar klausul terkait kematian dalam akad syirkah diperjelas serta komunikasi dengan ahli waris diperkuat guna menghindari ketidakpastian hukum.
Authors
- Neng Dewi Himayasari
- Arif Rijal Anshori (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-1763-3990)
- Fahrul Akmal Albani Tuhuloula
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Sharia Economic Law
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcssel.v5i2.20034
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00