Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Praktik Pemberian Bonus Dalam Jual Beli Cicilan Paket Lebaran di Kp. Paledang Ds. Bojongkunci

Abstract.The implementation of the Lebaran package in Paledang Village, Bojongkunci Village, the package provider does not only provide the goods agreed upon from the start, but adds cash as a bonus. The package provider only gave bonuses to some participants. The provision of this bonus creates an injustice that is debated among the participants. This research originated from the phenomenon that arose in the practice of Lebaran package installments in Paledang Village. It aims to examine how the mechanism of giving bonuses and implemented in the purchase transaction of package installments, the impact caused by the practice of giving bonuses. In addition, it analyzes the practice in accordance with the principles of fiqh muamalah.This research uses a qualitative research method with an empirical normative approach. The normative approach helps in preparing a strong theoretical foundation by analyzing data using the theory and principles of muamalah fiqh. The empirical approach is direct data collection through interviews. Based on the results of interviews with participants, it can be seen that the sense of injustice felt by participants is not only about the value of bonuses received, but also on the lack of clear information regarding the provision of bonuses like this. Although this bonus is categorized as a grant that is allowed in Islam, it should be implemented clearly. Therefore, it is important for the manager to provide clarity, transparency, and fairness in order to comply with Islamic law. Abstrak.Pelaksanaan paket lebaran di Kampung Paledang Desa Bojongkunci penyedia paket tidak hanya memberikan barang yang disepakati sejak awal, tetapi menambahkan uang tunai sebagai bonus. Penyedia paket hanya memberikan bonus kepada beberapa peserta saja. Pemberian bonus ini menimbulkan adanya ketidakadilan yang menjadi perdebatan di kalangan peserta. Penelitian ini berawal dari fenomena yang muncul dalam praktik cicilan paket lebaran di Kampung Paledang. Bertujuan untuk meneliti cara mekanisme pemberian bonus dan diimplementasikan dalam transaksi pembelian cicilan paket, dampak yang ditimbulkan dari praktik pemberian bonus. Selain itu, menganalisis praktik tersebut sesuai dengan prinsip fiqih muamalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif empiris. Pendekatan normatif membantu dalam menyusun landasan teori yang kuat dengan menganalisis data menggunakan teori dan prinsip fiqih muamalah. Pendekatan empiris merupakan pengambilan data secara langsung melalui wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta, telihat bahwa rasa ketidakadilan yang dirasakan oleh peserta tidak hanya mengenai pada nilai bonus yang diterima, tetapi juga pada ketidakjelasan informasi terkait pemberian bonus seperti ini. Meskipun pemberian bonus ini dikategorikan sebagai hibah yang diperbolehkan dalam islam, namun sebaiknya dilaksanakan dengan jelas. Oleh karena itu, penting bagi pihak pengelola untuk memberikan kejelasan, transparansi, serta keadilan agarsesuai dengan syariat islam.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Sharia Economic Law
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcssel.v5i2.20458
Primary Topic
Islamic Finance and Banking Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Praktik Pemberian Bonus Dalam Jual Beli Cicilan Paket Lebaran di Kp. Paledang Ds. Bojongkunci

Maman Surahman, Asep Ramdan Hidayat, Shafira Aulya Suwandi
Bandung Conference Series Sharia Economic Law
Islamic Finance and Banking Studies
article

Tinjauan Fiqih Muamalah Terhadap Praktik Pemberian Bonus Dalam Jual Beli Cicilan Paket Lebaran di Kp. Paledang Ds. Bojongkunci

Maman Surahman, Asep Ramdan Hidayat, Shafira Aulya Suwandi
article en

Abstract

Abstract.The implementation of the Lebaran package in Paledang Village, Bojongkunci Village, the package provider does not only provide the goods agreed upon from the start, but adds cash as a bonus. The package provider only gave bonuses to some participants. The provision of this bonus creates an injustice that is debated among the participants. This research originated from the phenomenon that arose in the practice of Lebaran package installments in Paledang Village. It aims to examine how the mechanism of giving bonuses and implemented in the purchase transaction of package installments, the impact caused by the practice of giving bonuses. In addition, it analyzes the practice in accordance with the principles of fiqh muamalah.This research uses a qualitative research method with an empirical normative approach. The normative approach helps in preparing a strong theoretical foundation by analyzing data using the theory and principles of muamalah fiqh. The empirical approach is direct data collection through interviews. Based on the results of interviews with participants, it can be seen that the sense of injustice felt by participants is not only about the value of bonuses received, but also on the lack of clear information regarding the provision of bonuses like this. Although this bonus is categorized as a grant that is allowed in Islam, it should be implemented clearly. Therefore, it is important for the manager to provide clarity, transparency, and fairness in order to comply with Islamic law. Abstrak.Pelaksanaan paket lebaran di Kampung Paledang Desa Bojongkunci penyedia paket tidak hanya memberikan barang yang disepakati sejak awal, tetapi menambahkan uang tunai sebagai bonus. Penyedia paket hanya memberikan bonus kepada beberapa peserta saja. Pemberian bonus ini menimbulkan adanya ketidakadilan yang menjadi perdebatan di kalangan peserta. Penelitian ini berawal dari fenomena yang muncul dalam praktik cicilan paket lebaran di Kampung Paledang. Bertujuan untuk meneliti cara mekanisme pemberian bonus dan diimplementasikan dalam transaksi pembelian cicilan paket, dampak yang ditimbulkan dari praktik pemberian bonus. Selain itu, menganalisis praktik tersebut sesuai dengan prinsip fiqih muamalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif empiris. Pendekatan normatif membantu dalam menyusun landasan teori yang kuat dengan menganalisis data menggunakan teori dan prinsip fiqih muamalah. Pendekatan empiris merupakan pengambilan data secara langsung melalui wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta, telihat bahwa rasa ketidakadilan yang dirasakan oleh peserta tidak hanya mengenai pada nilai bonus yang diterima, tetapi juga pada ketidakjelasan informasi terkait pemberian bonus seperti ini. Meskipun pemberian bonus ini dikategorikan sebagai hibah yang diperbolehkan dalam islam, namun sebaiknya dilaksanakan dengan jelas. Oleh karena itu, penting bagi pihak pengelola untuk memberikan kejelasan, transparansi, serta keadilan agarsesuai dengan syariat islam.

Bandung Conference Series Sharia Economic LawVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 68%
Islamic Finance and Banking Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.