Pemikiran A. Hassan Tentang Strategi Dakwah Persatuan Islam: Studi Kasus Debat Di Majalah Pembela Islam

Abstract. This study explores A. Hassan’s thoughts on the da’wah strategy of Persatuan Islam (Persis) through a historical approach and content analysis. The primary focus is on how A. Hassan utilized written media and open debates published in Pembela Islam Magazine as effective tools for correcting theological misconceptions among Muslims during his time. A. Hassan is recognized as a reformist Muslim intellectual known for his firmness, rationality, and consistency in promoting a da’wah rooted in the Qur’an and Hadith. His methods include bil-kitābah (written preaching) and bil-mujādalah (open scholarly debate). Through these two approaches, he was able to intellectually counter deviant sects such as the Ahmadiyya Qadiani with sound arguments and exemplary conduct. This research uses a qualitative method with a character study and literature review approach. The findings show that A. Hassan’s da’wah strategy remains relevant today and is a defining characteristic of Persis, particularly in its pesantren (Islamic boarding school) environment. This study is expected to enrich Islamic da’wah literature based on knowledge, logic, and ethics. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pemikiran A. Hassan mengenai strategi dakwah Persatuan Islam (Persis) melalui media tulis dan debat terbuka yang dimuat dalam Majalah Pembela Islam, menjadi instrumen dakwah yang efektif dalam meluruskan pemahaman akidah umat Islam pada masa itu. A. Hassan dikenal sebagai tokoh intelektual Muslim pembaharu yang tegas, rasional, dan konsisten dalam menyuarakan dakwah yang berbasis pada Al-Qur’an dan hadis. Strategi dakwah yang ia gunakan meliputi metode bil-kitābah (melalui tulisan) dan bil-mujādalah (melalui debat terbuka). Melalui dua pendekatan tersebut, ia mampu menghadapi penyimpangan akidah, seperti yang dibawa oleh kelompok Ahmadiyah Qadian, dengan argumen ilmiah dan akhlak yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Dengan pendekatan kualitatif historis, penelitian ini menelaah isi majalah sebagai sumber primer, serta mendukungnya dengan literatur sekunder yang relevan, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah A. Hassan masih relevan hingga saat ini dan menjadi karakteristik dakwah Persis, khususnya dalam lingkungan pesantren. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur strategi dakwah Islam berbasis ilmu, logika, dan etika.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
Published
2025-08-09
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i2.21498
Primary Topic
Islamic Finance and Communication
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pemikiran A. Hassan Tentang Strategi Dakwah Persatuan Islam: Studi Kasus Debat Di Majalah Pembela Islam

Олена Фрідман
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
Islamic Finance and Communication
article

Pemikiran A. Hassan Tentang Strategi Dakwah Persatuan Islam: Studi Kasus Debat Di Majalah Pembela Islam

Олена Фрідман
article en

Abstract

Abstract. This study explores A. Hassan’s thoughts on the da’wah strategy of Persatuan Islam (Persis) through a historical approach and content analysis. The primary focus is on how A. Hassan utilized written media and open debates published in Pembela Islam Magazine as effective tools for correcting theological misconceptions among Muslims during his time. A. Hassan is recognized as a reformist Muslim intellectual known for his firmness, rationality, and consistency in promoting a da’wah rooted in the Qur’an and Hadith. His methods include bil-kitābah (written preaching) and bil-mujādalah (open scholarly debate). Through these two approaches, he was able to intellectually counter deviant sects such as the Ahmadiyya Qadiani with sound arguments and exemplary conduct. This research uses a qualitative method with a character study and literature review approach. The findings show that A. Hassan’s da’wah strategy remains relevant today and is a defining characteristic of Persis, particularly in its pesantren (Islamic boarding school) environment. This study is expected to enrich Islamic da’wah literature based on knowledge, logic, and ethics. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pemikiran A. Hassan mengenai strategi dakwah Persatuan Islam (Persis) melalui media tulis dan debat terbuka yang dimuat dalam Majalah Pembela Islam, menjadi instrumen dakwah yang efektif dalam meluruskan pemahaman akidah umat Islam pada masa itu. A. Hassan dikenal sebagai tokoh intelektual Muslim pembaharu yang tegas, rasional, dan konsisten dalam menyuarakan dakwah yang berbasis pada Al-Qur’an dan hadis. Strategi dakwah yang ia gunakan meliputi metode bil-kitābah (melalui tulisan) dan bil-mujādalah (melalui debat terbuka). Melalui dua pendekatan tersebut, ia mampu menghadapi penyimpangan akidah, seperti yang dibawa oleh kelompok Ahmadiyah Qadian, dengan argumen ilmiah dan akhlak yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Dengan pendekatan kualitatif historis, penelitian ini menelaah isi majalah sebagai sumber primer, serta mendukungnya dengan literatur sekunder yang relevan, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah A. Hassan masih relevan hingga saat ini dan menjadi karakteristik dakwah Persis, khususnya dalam lingkungan pesantren. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur strategi dakwah Islam berbasis ilmu, logika, dan etika.

Bandung Conference Series Islamic Broadcast CommunicationVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 72%
Islamic Finance and Communication
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.