Analisis Inkonsistensi dalam Praktik Berjilbab Studi Kasus: Mahasiswi Fakultas Dakwah Angkatan 2020 di UNISBA
Abstract.This study aims to analyze the inconsistency in the hijab practice among female students of the Da'wah Faculty class of 2020 at the Islamic University of Bandung. This phenomenon arises when students wear the hijab consistently on campus but are less consistent or even take it off outside campus. This study uses a qualitative method with a case study approach, through in-depth interviews with three students and campus environment observations. The results show that internal factors such as religious beliefs, self-confidence, and spiritual motivation, as well as external factors such as peer pressure, social norms, and fashion trends outside the campus, are the main causes of this inconsistency. Social identity theory was used to explain how social groups influence hijab practices. This research is expected to contribute to the academic community and educational institutions in creating a supportive environment for consistent religious practices among female students. Abstrak. Menggambarkan Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis inkonsistensi praktik berjilbab di kalangan mahasiswi Fakultas Dakwah angkatan 2020 Universitas Islam Bandung. Fenomena ini munculketika mahasiswi mengenakan jilbab secara konsistendi lingkungan kampus, tetapi kurang konsisten ataubahkan melepas jilbab di luar kampus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatanstudi kasus, melalui ini bertujuan untuk menganalisisinkonsistensi praktik berjilbab di kalangan mahasiswi Fakultas Dakwah angkatan 2020 Universitas Islam Bandung. Fenomena ini muncul ketika mahasiswi mengenakan jilbab secara konsisten di lingkungankampus, tetapi kurang konsisten atau bahkan melepasjilbab di luar kampus. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam kepada tiga mahasiswi serta observasi lingkungan kampus. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa faktor internal seperti keyakinanagama, kepercayaan diri, dan motivasi spiritual, sertafaktor eksternal seperti tekanan teman sebaya, norma sosial, dan tren busana di luar kampus, menjadipenyebab utama inkonsistensi tersebut. Teori identitassosial digunakan sebagai pisau analisis untukmenjelaskan bagaimana kelompok sosialmempengaruhi perilaku berjilbab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi civitasakademika dan lembaga pendidikan dalam menciptakanlingkungan yang mendukung konsistensi praktikkeagamaan mahasiswi.
Authors
- Samuel Alcides Villegas P. (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-8863-6019)
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
- Published
- 2025-08-11
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i2.21520
- Primary Topic
- Education and Character Development
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00