Strategi Dakwah DKM dalam Membangun Kesadaran Remaja untuk Shalat Berjamaah
Abstract. Congregational prayer is one of the main acts of worship in Islam, holding greater virtue than individual prayer. However, the level of youth participation in congregational prayer at Al-Khoiriyah Mosque, Seuseupan Village, remains relatively low. Therefore, this study aims to examine the da’wah strategies implemented by the mosque council (DKM) and to analyze the supporting and hindering factors affecting youth involvement in congregational prayer. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through observation and interviews. The theoretical framework used in this study is the da’wah strategy theory proposed by Abu Al-Fath Al-Bayanuni, which includes sentimental, rational, and sensory approaches. A more systematic da’wah strategy and active involvement of IRMAS (Youth Mosque Organization) are needed to make the mosque a more relevant and youth-friendly space. The findings show that the da’wah strategies applied are still spontaneous, unstructured, and have not yet actively involved the youth. Thus, this study is expected to formulate more effective da’wah strategies and identify the factors that support or hinder youth participation in congregational prayer. Abstrak. Shalat berjamaah merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang memiliki keutamaan lebih besar dibandingkan shalat secara individu. Namun, tingkat partisipasi remaja dalam shalat berjamaah di Masjid Al-Khoiriyah, Desa Seuseupan, masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dakwah yang diterapkan oleh DKM masjid serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keterlibatan remaja dalam shalat berjamaah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi dakwah yang dikemukakan oleh Abu Al-Fath Al-Bayanuni, yang mencakup pendekatan sentimental, rasional, dan indrawi. Diperlukan strategi dakwah yang lebih sistematis serta pelibatan aktif dari IRMAS agar masjid dapat menjadi ruang yang relevan dan ramah bagi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang diterapkan masih bersifat spontan, tidak terstruktur, dan belum melibatkan remaja secara aktif. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat merumuskan strategi dakwah yang lebih efektif serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterlibatan remaja dalam shalat berjamaah.
Authors
- Widi Putri Ardiyanti
- Muhammad Fauzi Arif (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-0414-3522)
- N. Sausan M. Sholeh (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-4705-6952)
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
- Encana (Canada) (CA)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i2.19955
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00