Manajemen Dakwah Yayasan Dialog Islam Garuda dalam Aplikasi Radio Digital "Dialog Islam"
Abstract. Along with the development of technology, preaching is no longer limited to conventional methods, but has transformed through digital media. Although only 51.1% of internet users in Indonesia listen to the radio, the Garuda Islamic Dialog Foundation has answered this challenge by presenting the Dialog Islam digital radio application as a media for preaching. However, this application is not yet widely known. This study aims to determine how the planning, organizing, mobilizing, as well as controlling and evaluating of the Garuda Islamic Dialog Foundation's preaching in the Dialog Islam digital radio application. This study uses a qualitative descriptive approach through interviews, observations, and documentation. The results of the study show: (1) preaching planning based on the needs of the mad'u but not yet accompanied by application promotion planning; (2) structured organization with a clear division of tasks; (3) preaching movement through a structural and emotional approach; and (4) control and evaluation of preaching that is not yet optimal, especially in the control aspect because there are no clear standards, while evaluation is carried out systematically and comprehensively Abstrak. Seiring perkembangan teknologi, dakwah tidak lagi terbatas pada metode konvensional, melainkan telah bertransformasi melalui media digital. Meskipun hanya 51,1% pengguna internet di Indonesia yang mendengarkan radio, Yayasan Dialog Islam Garuda menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan aplikasi radio digital Dialog Islam sebagai media dakwah. Namun, aplikasi ini belum dikenal secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta pengendalian dan evaluasi dakwah Yayasan Dialog Islam Garuda dalam aplikasi radio digital Dialog Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan dakwah berbasis kebutuhan mad’u namun belum disertai perencanaan promosi aplikasi; (2) pengorganisasian yang terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas; (3) penggerakan dakwah melalui pendekatan struktural dan emosional; serta (4) pengendalian dan evaluasi dakwah yang belum optimal terutama pada aspek pengendalian karena belum adanya standar yang jelas, sementara evaluasi dilakukan secara sistematis dan menyeluruh.
Authors
- Hendi Suhendi
- N. Sausan M. Sholeh (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-4705-6952)
- Raisya Fanisha Dermawan
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i2.20117
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00