Analisis Hukum Perdata Islam terhadap Putusan Hakim Pengadilan Agama Ngamprah Nomor 393/Pdt.G/2021/PA.Nph tentang Harta Bersama

Abstract. Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman aimed at forming a harmonious and eternal family based on faith in God Almighty. One of the legal consequences of marriage is the emergence of joint property, which according to Article 119 of the Civil Code and Article 35 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 becomes the joint right of husband and wife, excluding premarital assets, gifts, or inheritance. This study aims to analyze the judge’s legal considerations in dividing joint property in Decision Number 393/Pdt.G/2021/PA.Nph and to examine its conformity with the principles of Islamic Civil Law. The research method used is a normative juridical approach, focusing on legal rules, the basis of judicial reasoning, and relevant court decisions. The results show that the judge’s decision to divide joint property equally (½ each) is in accordance with Article 97 of the Compilation of Islamic Law and aligns with the principles of justice and the objectives of Islamic law. The application of Islamic Civil Law in this decision demonstrates the harmony between positive law and Islamic legal principles in resolving family disputes. Abstrak. Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita yang bertujuan membentuk keluarga harmonis dan abadi berdasarkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu akibat hukum dari perkawinan adalah munculnya harta bersama yang menurut Pasal 119 KUHPerdata dan Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menjadi hak bersama suami dan istri, kecuali harta bawaan, hibah, atau warisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam pembagian harta bersama pada Putusan Nomor 393/Pdt.G/2021/PA.Nph serta kesesuaiannya dengan prinsip Hukum Perdata Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis aturan hukum, landasan pertimbangan hakim, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan hakim yang membagi harta bersama dengan porsi ½ untuk masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam serta sejalan dengan prinsip keadilan dan tujuan syariat Islam. Penerapan Hukum Perdata Islam dalam putusan ini memperlihatkan harmonisasi antara hukum positif dan prinsip hukum Islam dalam penyelesaian sengketa keluarga.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Islamic Family Law
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsifl.v5i2.19217
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Hukum Perdata Islam terhadap Putusan Hakim Pengadilan Agama Ngamprah Nomor 393/Pdt.G/2021/PA.Nph tentang Harta Bersama

Shindu Irwansyah, Encep Abdul Rojak, Balqis Syntia Sulton
Bandung Conference Series Islamic Family Law
Legal Studies and Policies
article

Analisis Hukum Perdata Islam terhadap Putusan Hakim Pengadilan Agama Ngamprah Nomor 393/Pdt.G/2021/PA.Nph tentang Harta Bersama

Shindu Irwansyah, Encep Abdul Rojak, Balqis Syntia Sulton
article en

Abstract

Abstract. Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman aimed at forming a harmonious and eternal family based on faith in God Almighty. One of the legal consequences of marriage is the emergence of joint property, which according to Article 119 of the Civil Code and Article 35 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 becomes the joint right of husband and wife, excluding premarital assets, gifts, or inheritance. This study aims to analyze the judge’s legal considerations in dividing joint property in Decision Number 393/Pdt.G/2021/PA.Nph and to examine its conformity with the principles of Islamic Civil Law. The research method used is a normative juridical approach, focusing on legal rules, the basis of judicial reasoning, and relevant court decisions. The results show that the judge’s decision to divide joint property equally (½ each) is in accordance with Article 97 of the Compilation of Islamic Law and aligns with the principles of justice and the objectives of Islamic law. The application of Islamic Civil Law in this decision demonstrates the harmony between positive law and Islamic legal principles in resolving family disputes. Abstrak. Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita yang bertujuan membentuk keluarga harmonis dan abadi berdasarkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu akibat hukum dari perkawinan adalah munculnya harta bersama yang menurut Pasal 119 KUHPerdata dan Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menjadi hak bersama suami dan istri, kecuali harta bawaan, hibah, atau warisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam pembagian harta bersama pada Putusan Nomor 393/Pdt.G/2021/PA.Nph serta kesesuaiannya dengan prinsip Hukum Perdata Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis aturan hukum, landasan pertimbangan hakim, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan hakim yang membagi harta bersama dengan porsi ½ untuk masing-masing pihak sesuai dengan ketentuan Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam serta sejalan dengan prinsip keadilan dan tujuan syariat Islam. Penerapan Hukum Perdata Islam dalam putusan ini memperlihatkan harmonisasi antara hukum positif dan prinsip hukum Islam dalam penyelesaian sengketa keluarga.

Bandung Conference Series Islamic Family LawVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 66%
Legal Studies and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.