Pendekatan Sentimental, Rasional, dan Indrawi dalam Dakwah Masjid: Studi Kasus Masjid Miftahul Jannah
Abstract. This study explores the da’wah strategies implemented by the mosque Management Board (DKM) of Masjid Miftahul Jannah in Cibitung, Bekasi, to enhance congregational participation, particularly in the kajian subuh (dawn study sessions). The research employs a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation. The theoretical framework is based on Muhammad Al-Bayanuni’s concept of da’wah strategies, which consists of three approaches: sentimental (emotional), rational (logical), and sensory (experiential). The findings indicate that the sentimental and sensory strategies have been effective. The emotional approach is carried out through heart-touching sermons, communal meals, and informal interactions between congregants, preachers, and mosque administrators. The sensory strategy utilizes visual media, such as short videos, to reinforce the message. These two approaches successfully create a warm and inclusive da’wah atmosphere, significantly increasing participation—especially in the fourth week of each month. However, the rational strategy still faces obstacles. Scripturally grounded materials, when delivered in a formal and technical manner, are not yet fully accessible to all congregants. Methodological adjustments are needed to make the delivery more contextual and engaging. This study contributes to the development of mosque-based da’wah strategies that are more adaptive to the diverse needs of contemporary congregants. Abstrak. Penelitian ini membahas strategi dakwah yang diterapkan oleh DKM Masjid Miftahul Jannah Cibitung Bekasi dalam meningkatkan partisipasi jamaah, khususnya pada program kajian subuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan mengacu pada konsep strategi dakwah Muhammad Al-Bayanuni, yang mencakup tiga pendekatan: sentimental (emosional), rasional (logis), dan indrawi (pengalaman pancaindra). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sentimental dan indrawi telah berjalan efektif. Pendekatan emosional diterapkan melalui ceramah menyentuh hati, kegiatan makan bersama, dan interaksi informal antara jamaah, ustadz, serta pengurus masjid. Strategi indrawi diterapkan melalui media visual seperti video singkat yang mendukung materi ceramah. Kedua strategi ini terbukti menciptakan suasana dakwah yang hangat dan inklusif, sehingga mendorong peningkatan partisipasi jamaah secara signifikan, khususnya pada pekan keempat setiap bulan. Namun, strategi rasional masih menghadapi tantangan. Materi berdalil yang disampaikan secara formal dan teknis belum dapat diterima secara maksimal oleh seluruh jamaah. Diperlukan penyesuaian metode penyampaian agar lebih kontekstual dan komunikatif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah berbasis masjid yang adaptif terhadap kebutuhan jamaah masa kini.
Authors
- Syifa Nursyamsiah
- Malki Ahmad Nasir (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-5430-7903)
- Ida Afidah
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i2.20232
- Primary Topic
- Islamic Studies and Radicalism
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00