Pesan Dakwah dalam Novel Kembara Rindu Karya Habiburrahman El-Shirazy.
Abstract. This study aims to examine the dakwah messages in the novel Kembara Rindu by Habiburrahman El-Shirazy using Roland Barthes’ semiotic approach. The background of this research is based on the growing public interest in Islamic literature as an emotional and reflective medium for dakwah. The main problem discussed is how dakwah messages are conveyed both explicitly and implicitly through symbols in the literary text. This is a qualitative descriptive study. The object of this research is the novel Kembara Rindu, with data collected through document analysis of relevant text excerpts. Data analysis was carried out in three stages: identification of signs, classification of denotative and connotative meanings, and myth analysis using Barthes' theory. The findings reveal that the novel delivers dakwah messages concerning aqidah, sharia, and akhlaq through its characters, dialogues, and narrative. The analysis shows that religious meanings are not only conveyed literally, but are also constructed through cultural and ideological frameworks within the text. The study concludes that literature can serve as an effective medium for dakwah because it provides deep spiritual and moral insight to the reader. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pesan dakwah dalam novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El-Shirazy melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap sastra Islam sebagai media dakwah yang lebih emosional dan reflektif. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pesan dakwah disampaikan secara tersurat maupun tersirat melalui simbol-simbol dalam teks sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek penelitian adalah novel Kembara Rindu, dengan data diperoleh melalui studi dokumen berupa kutipan-kutipan teks yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: identifikasi tanda, klasifikasi makna denotatif dan konotatif, serta analisis mitos berdasarkan teori Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menyampaikan pesan dakwah dalam aspek akidah, syariah, dan akhlak secara simbolis melalui karakter, dialog, dan narasi. Analisis menunjukkan bahwa makna religius dalam novel tidak hanya terbaca secara literal, tetapi juga dibangun melalui konstruksi budaya dan ideologi yang melekat pada teks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat menjadi media dakwah yang efektif karena mampu menghadirkan insight spiritual dan moral yang mendalam bagi pembaca.
Authors
- Hendi Suhendi
- Wildan Yahya
- Muhammad Yusup Kurniawan
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i2.20534
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00