Penegakan Hukum Terhadap Pengendara Kendaraan Bermotor di Bawah Pengaruh Alkohol dan Upaya Pencegahannya Ditinjau dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Abstract. This study examines law enforcement against motor vehicle drivers under the influence of alcohol and prevention efforts based on Law No. 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation. The research identifies a significant gap in Indonesian traffic law enforcement, particularly the absence of specific Blood Alcohol Concentration (BAC) standards and inconsistent implementation. Using normative juridical methodology with statutory and case approaches, this study analyzes legal frameworks and enforcement practices. Findings reveal that while Articles 283 and 311 provide legal basis for sanctions, ranging from 3 months imprisonment to 12 years depending on accident severity, enforcement faces challenges due to inadequate detection equipment and unclear standards. Prevention efforts combine preventive measures (socialization, education, alternative transportation) and repressive measures (routine operations, ticketing, vehicle confiscation). The study recommends establishing specific BAC limits, improving detection capabilities, and strengthening inter-agency coordination to enhance traffic safety and legal certainty. Abstrak. Penelitian ini mengkaji penegakan hukum terhadap pengendara kendaraan bermotor di bawah pengaruh alkohol dan upaya pencegahannya berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penelitian mengidentifikasi kesenjangan signifikan dalam penegakan hukum lalu lintas Indonesia, khususnya ketiadaan standar Blood Alcohol Concentration (BAC) yang spesifik dan implementasi yang tidak konsisten. Menggunakan metodologi yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus, penelitian ini menganalisis kerangka hukum dan praktik penegakan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Pasal 283 dan 311 memberikan dasar hukum untuk sanksi mulai dari pidana kurungan 3 bulan hingga 12 tahun tergantung tingkat kecelakaan, penegakan menghadapi tantangan karena peralatan deteksi yang tidak memadai dan standar yang tidak jelas. Upaya pencegahan menggabungkan langkah preventif (sosialisasi, edukasi, transportasi alternatif) dan represif (operasi rutin, penilangan, penyitaan kendaraan). Penelitian merekomendasikan penetapan batas BAC yang spesifik, peningkatan kemampuan deteksi, dan penguatan koordinasi antar lembaga untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kepastian hukum.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Law Studies
Published
2025-08-14
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsls.v5i2.21575
Primary Topic
Urban Transport Systems Analysis
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penegakan Hukum Terhadap Pengendara Kendaraan Bermotor di Bawah Pengaruh Alkohol dan Upaya Pencegahannya Ditinjau dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Muhammad Fakhri
Bandung Conference Series Law Studies
Urban Transport Systems Analysis
article

Penegakan Hukum Terhadap Pengendara Kendaraan Bermotor di Bawah Pengaruh Alkohol dan Upaya Pencegahannya Ditinjau dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Muhammad Fakhri
article en

Abstract

Abstract. This study examines law enforcement against motor vehicle drivers under the influence of alcohol and prevention efforts based on Law No. 22 of 2009 concerning Traffic and Road Transportation. The research identifies a significant gap in Indonesian traffic law enforcement, particularly the absence of specific Blood Alcohol Concentration (BAC) standards and inconsistent implementation. Using normative juridical methodology with statutory and case approaches, this study analyzes legal frameworks and enforcement practices. Findings reveal that while Articles 283 and 311 provide legal basis for sanctions, ranging from 3 months imprisonment to 12 years depending on accident severity, enforcement faces challenges due to inadequate detection equipment and unclear standards. Prevention efforts combine preventive measures (socialization, education, alternative transportation) and repressive measures (routine operations, ticketing, vehicle confiscation). The study recommends establishing specific BAC limits, improving detection capabilities, and strengthening inter-agency coordination to enhance traffic safety and legal certainty. Abstrak. Penelitian ini mengkaji penegakan hukum terhadap pengendara kendaraan bermotor di bawah pengaruh alkohol dan upaya pencegahannya berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penelitian mengidentifikasi kesenjangan signifikan dalam penegakan hukum lalu lintas Indonesia, khususnya ketiadaan standar Blood Alcohol Concentration (BAC) yang spesifik dan implementasi yang tidak konsisten. Menggunakan metodologi yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus, penelitian ini menganalisis kerangka hukum dan praktik penegakan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Pasal 283 dan 311 memberikan dasar hukum untuk sanksi mulai dari pidana kurungan 3 bulan hingga 12 tahun tergantung tingkat kecelakaan, penegakan menghadapi tantangan karena peralatan deteksi yang tidak memadai dan standar yang tidak jelas. Upaya pencegahan menggabungkan langkah preventif (sosialisasi, edukasi, transportasi alternatif) dan represif (operasi rutin, penilangan, penyitaan kendaraan). Penelitian merekomendasikan penetapan batas BAC yang spesifik, peningkatan kemampuan deteksi, dan penguatan koordinasi antar lembaga untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kepastian hukum.

Bandung Conference Series Law StudiesVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 78%
Urban Transport Systems Analysis
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.