Analisis Regresi Linier Berganda untuk Menentukan Faktor-Faktor Penyebab Demam Berdarah Dengue di Provinsi Jawa Barat Tahun 2023
Abstract. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a communicable disease that remains a significant public health concern, particularly in tropical regions such as West Java Province. The high number of DHF cases in this area indicates the presence of contributing factors that need to be analyzed scientifically. This study aims to examine the influence of population density, inadequate sanitation access, and poor household waste management on the number of DHF cases. The method used is quantitative with a multiple linear regression approach. The object of this research includes all regencies/cities in West Java Province in 2023. The data used are secondary data obtained from the West Java Provincial Health Office. The analysis process involved testing classical assumptions and assessing the statistical significance of the model. The results show that the three independent variables simultaneously influence the number of DHF cases, with an adjusted R² value of 0.3644. This means the model explains 36.44% of the variation in DHF case numbers across the region. These findings indicate the need for policy intervention in environmental aspects and population density as strategic steps in DHF control efforts in West Java. Abstrak. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah tropis seperti Provinsi Jawa Barat. Tingginya angka kasus DBD di wilayah ini menunjukkan adanya faktor-faktor pemicu yang perlu dianalisis secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan penduduk, akses sanitasi yang belum layak, dan pengelolaan sampah rumah tangga terhadap jumlah kasus DBD. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier berganda. Objek penelitian ini adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Proses analisis dilakukan dengan pengujian asumsi klasik serta uji signifikansi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap jumlah kasus DBD dengan nilai adjusted R² sebesar 0,3644. Artinya, model mampu menjelaskan 36,44% variasi jumlah kasus DBD di wilayah tersebut. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan pada aspek lingkungan dan kepadatan penduduk sebagai langkah strategis dalam pengendalian DBD di Jawa Barat.
Authors
- Hanna Amalia Budiman
- Aceng Komarudin Mutaqin
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Statistics
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcss.v5i2.19971
- Primary Topic
- Dengue and Mosquito Control Research
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00