Dinamika Maintenance Behavior pada Korban Kekerasan Verbal dalam Rumah Tangga
Abstract. Verbal abuse in marriage is a hidden form of domestic violence that significantly affects women's psychological well-being. Interestingly, some women choose to remain in such harmful relationships through maintenance behavior. This study aims to explore the dynamics of maintenance behavior among women who experience verbal abuse in their marriages. A qualitative approach with a phenomenological method was used in this research. Two female participants aged 50 and 53 were selected using purposive sampling. Data were analyzed using Giorgi’s Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). The findings reveal that participants’ decisions to stay were influenced by emotional dependence, repeated cycles of violence, and internal justification of their husbands’ abusive behavior. The strategies employed were mostly passive, involving self-sacrifice and suppression of personal needs, particularly in relation to their roles as mothers. The meaning of marriage shifted not as a space for mutual affection, but as a form of sacrifice. These findings suggest that maintenance behavior is not merely an expression of commitment to a partner, but rather an adaptive response to social pressure, cultural norms, and the maternal role deeply ingrained in the victims' identities. Abstrak. Kekerasan verbal dalam rumah tangga merupakan bentuk kekerasan yang sering kali tersembunyi, namun berdampak mendalam pada kondisi psikologis perempuan. Menariknya, sebagian perempuan memilih untuk tetap bertahan dalam relasi yang menyakitkan melalui perilaku maintenance behavior. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika maintenance behavior pada perempuan korban kekerasan verbal dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan terdiri dari dua orang perempuan berusia 50 dan 53 tahun, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Descriptive Phenomenological Analysis (DPA) oleh Giorgi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan partisipan untuk bertahan dipengaruhi oleh ketergantungan emosional, siklus kekerasan yang berulang, serta pembenaran internal terhadap tindakan suami. Strategi bertahan yang digunakan bersifat pasif dan mengorbankan kebutuhan pribadi, terutama demi menjalankan peran sebagai ibu. Makna pernikahan pun mengalami perubahan: bukan lagi sebagai ruang kasih sayang timbal balik, tetapi sebagai bentuk pengorbanan. Temuan ini menunjukkan bahwa maintenance behavior bukan semata bentuk komitmen terhadap pasangan, melainkan respons adaptif terhadap tekanan sosial, nilai budaya, dan peran keibuan yang melekat kuat dalam diri korban.
Authors
- Radhwa Zahidah
- Yunita Sari
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-07-30
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19171
- Primary Topic
- Crime Patterns and Interventions
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00