Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Guru SMA Swasta
Abstract. The phenomenon of low Organizational Citizenship Behavior (OCB) among private high school teachers has become a significant concern in the field of education. OCB refers to voluntary work behavior that is not included in formal job descriptions but supports organizational effectiveness and smooth operations. In school settings, OCB can be demonstrated through behaviors such as helping colleagues, maintaining positive working relationships, and participating in school activities outside teaching hours. Initial observations at SMA Cenderawasih II in South Tangerang City revealed that some teachers have not exhibited OCB optimally, such as being less involved in non-academic activities and being reluctant to voluntarily assist colleagues. This low level of OCB is suspected to be related to job satisfaction. Teachers in private schools often face challenges such as heavy workloads, unstable income, and limited reward systems, which may lower their job satisfaction. When job satisfaction is low, the motivation to engage in extra-role behaviors like OCB tends to decrease. This study aims to determine the influence of job satisfaction on OCB among permanent teachers at SMA Cenderawasih II in South Tangerang City. The research uses a quantitative method with an associative-causal approach. The study employed a population study technique involving 50 permanent teachers as respondents. The instruments used were the Job Satisfaction Survey (JSS) by Spector (1997) to measure job satisfaction and the OCB scale based on Organ (1988), developed by Podsakoff et al. (1990), and adapted by Lenggogeni Agnes Melazt (2023). The data were analyzed using simple linear regression with the help of SPSS version 25. The results indicate a positive and significant influence of job satisfaction on OCB (p < 0.05; R² = 0.594), meaning that 59.4% of OCB variance can be explained by job satisfaction. This study concludes that the higher the job satisfaction perceived by teachers, the more likely they are to exhibit OCB at school. Abstrak. Fenomena rendahnya Organizational Citizenship Behavior (OCB) di kalangan guru SMA swasta menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. OCB merupakan perilaku kerja sukarela yang tidak termasuk dalam deskripsi tugas formal, tetapi mendukung kelancaran dan efektivitas organisasi. Di lingkungan sekolah, OCB dapat tercermin melalui perilaku seperti membantu rekan kerja, menjaga hubungan kerja yang baik, dan aktif dalam kegiatan sekolah di luar jam mengajar. Observasi awal di SMA Cenderawasih II Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa masih terdapat guru yang belum menunjukkan perilaku OCB secara optimal, seperti kurang terlibat dalam kegiatan non-akademik dan enggan membantu rekan kerja secara sukarela. Rendahnya OCB ini diduga berkaitan dengan tingkat kepuasan kerja. Guru di sekolah swasta sering menghadapi tantangan seperti beban kerja tinggi, penghasilan yang tidak stabil, serta keterbatasan sistem penghargaan, yang dapat menurunkan kepuasan kerja. Ketika kepuasan kerja rendah, motivasi untuk menunjukkan perilaku ekstra peran seperti OCB juga berpotensi menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB pada guru tetap di SMA Cenderawasih II Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Teknik yang digunakan adalah studi populasi dengan jumlah responden sebanyak 50 orang guru tetap. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Job Satisfaction Survey (JSS) dari Spector (1997) untuk mengukur kepuasan kerja, serta skala OCB berdasarkan Organ (1988) yang disusun oleh Podsakoff et al. (1990) dan telah diadaptasi oleh Lenggogeni Agnes Melazt (2023). Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap OCB dengan nilai signifikansi p < 0,05 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,594, yang berarti bahwa 59,4% variasi OCB dapat dijelaskan oleh kepuasan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh guru, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk menunjukkan perilaku OCB di sekolah.
Authors
- Dinda Dwarawati (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-9689-2511)
- Farhatun Nazila
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-07-30
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19205
- Primary Topic
- School Leadership and Teacher Performance
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00