Pengaruh Religiusitas terhadap Impulsive Buying pada Dewasa Awal di Kota Serang
Abstract. Religiosity is understood as an individual's belief in their religion, which is reflected in the extent to which religious teachings are internalized in daily behavior and worldview, while impulsive buying refers to the tendency to make unplanned purchases triggered by emotional impulses. This study aims to examine the effect of religiosity on impulsive buying behavior among emerging adults in Serang City, with 302 students aged 18–25 years who frequently make online purchases. A quantitative method with a causal design was used. The instruments employed were the Centrality of Religiosity Scale Interreligious (CRSi) by Huber & Huber (2012), adapted by Mubarak, Ali (2023), and the Impulsive Buying Tendency Scale (IBTS) by Verplanken & Herabadi (2001), validated by Sarah (2020). The sampling technique used was convenience sampling. Data analysis using simple linear regression showed that religiosity had a significant negative effect on impulsive buying (p < 0.001), explaining 21.8% of the variance. This means that the higher an individual's religiosity, the lower their tendency to engage in impulsive buying. Abstrak. Religiusitas dipahami sebagai keyakinan individu terhadap agamanya, yang tercermin dari sejauh mana ajaran agama dihayati dan diinternalisasi dalam perilaku dan pandangan hidup sehari-hari, sementara impulsive buying merujuk pada kecenderungan individu untuk melakukan pembelian secara tiba-tiba, tanpa perencanaan sebelumnya, yang dipicu oleh dorongan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh religiusitas terhadap perilaku pembelian impulsif (impulsive buying) pada dewasa awal di Kota Serang dengan jumlah subjek sebanyak 302 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang sering melakukan pembelian online. Metode kuantitatif dipakai sebagai pendekatan dalam penelitian ini dengan desain kausalitas. Alat ukur yang dimanfaatkan, yaitu The Centrality of Religiosity Scale Interreligious (CRSi) oleh Huber dan Huber (2012) yang telah diadaptasi oleh Mubarak, Ali (2023). Alat ukur impulsive buying, yaitu Impulsive buying Tendency Scale (IBTS) yang telah diuji coba oleh Sarah (2020), sehingga tidak perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Data diolah menggunakan regresi linier sederhana dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh negatif secara signifikan terhadap impulsive buying (p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 21,8% terhadap perilaku pembelian impulsif. Artinya, semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, maka semakin rendah kecenderungannya melakukan pembelian impulsif.
Authors
- Saffanah Siti Rahmanda
- Suhana
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-07-30
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19227
- Primary Topic
- Consumer Behavior and Marketing Influence
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00