Future anxiety pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Studi Deskriptif pada Pengguna TikTok
Abstract. This study aims to describe the level of future anxiety among final-year university students who are active TikTok users in Bandung, Indonesia. Final-year students were selected due to their transitional phase into post-campus life, which is often marked by academic and social pressures (Arnett, 2000), as well as their status as the most active age group on TikTok (We Are Social & Databoks, 2023). TikTok, as an algorithm-driven platform, frequently presents viral content emphasizing success standards, early-age achievements, and ideal lifestyles. Exposure to such content is presumed to intensify future anxiety, particularly among individuals facing uncertainty in their life trajectories (Zaleski, 1996; Trikandini & Kurniasari, 2021; Hikmiyyah, 2024). This study employed a quantitative approach with convenience sampling, involving 386 respondents. The instrument used was the Future Anxiety Scale (FAS), adapted by Hilmi (2017). The analysis revealed that male students reported higher levels of future anxiety than female students. In addition, students with longer TikTok usage durations—particularly those in non-ideal academic conditions such as delayed graduation—tended to exhibit higher levels of future anxiety. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat future anxiety pada mahasiswa tingkat akhir yang merupakan pengguna aktif TikTok di Kota Bandung. Mahasiswa tingkat akhir dipilih karena berada dalam fase transisi menuju dunia pasca-kampus yang rentan terhadap tekanan akademik maupun sosial (Arnett, 2000), serta merupakan kelompok usia yang paling aktif dalam menggunakan TikTok (We Are Social & Databoks, 2023). TikTok, sebagai platform berbasis algoritma yang menyesuaikan konten dengan preferensi pengguna, secara intensif menampilkan konten viral yang menonjolkan standar keberhasilan, pencapaian usia muda, dan gaya hidup ideal. Paparan terhadap konten semacam ini diduga dapat memperkuat kecemasan terhadap masa depan, khususnya pada individu yang tengah menghadapi ketidakpastian dalam fase kehidupan selanjutnya (Zaleski, 1996; Trikandini & Kurniasari, 2021; Hikmiyyah, 2024). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik convenience sampling dan melibatkan 386 responden. Instrumen yang digunakan adalah Future Anxiety Scale (FAS) yang telah diadaptasi oleh Hilmi (2017). Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki memiliki tingkat future anxiety yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Selain itu, mahasiswa dengan durasi penggunaan TikTok yang lebih lama, terutama yang berada dalam kondisi akademik tidak ideal seperti keterlambatan kelulusan, cenderung menunjukkan tingkat kecemasan masa depan yang lebih tinggi.
Authors
- Husna Amatulloh
- Eneng Nulaili Wangi
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-07-30
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19174
- Primary Topic
- Educational Methods and Impacts
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00