Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Mengembangkan Literasi pada Anak Usia Dini

Abstract. This study aims to examine in depth how the implementation of the Independent Curriculum can develop literacy in early childhood at KOBER Essenville. Literacy is a fundamental aspect of early childhood education because it is directly related to language skills, critical thinking, and children's readiness to enter the next level of education. The Independent Curriculum presents a breakthrough in the Indonesian education system by providing freedom and flexibility to educational units and educators in designing learning that is tailored to the needs and characteristics of students. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observations of teaching and learning activities, interviews with teachers, and documentation of children's work and lesson plans. The results showed that teachers at KOBER Essenville were able to integrate literacy activities into thematic learning based on children's interests and experiences. Strategies used included shared reading, storytelling, role-playing, and the use of visual and interactive media. Children demonstrated improvements in letter recognition, story comprehension, and verbal communication skills. Despite several obstacles, such as limited literacy resources and the need for further teacher training, the teachers' enthusiasm for continuous innovation and building a supportive learning environment remained a key strength. The findings of this study are expected to contribute to early childhood education practitioners and policymakers in developing literacy learning models based on the Independent Curriculum. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan literasi pada anak usia dini di KOBER Essenville. Literasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Kurikulum Merdeka hadir sebagai terobosan dalam sistem pendidikan Indonesia dengan memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada satuan pendidikan serta pendidik dalam menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kegiatan belajar mengajar, wawancara dengan guru, serta dokumentasi terhadap hasil karya anak dan rencana pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di KOBER Essenville mampu mengintegrasikan kegiatan literasi dalam pembelajaran tematik berbasis minat dan pengalaman anak. Strategi yang digunakan meliputi kegiatan membaca bersama, mendongeng, bermain peran, serta penggunaan media visual dan interaktif. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam aspek pengenalan huruf, kemampuan memahami isi cerita, serta keterampilan berkomunikasi secara verbal. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya literasi dan perlunya pelatihan lanjutan bagi guru, semangat guru untuk terus berinovasi dan membangun lingkungan belajar yang mendukung tetap menjadi kekuatan utama. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi praktisi PAUD dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan model pembelajaran literasi berbasis Kurikulum Merdeka.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Early Childhood Teacher Education
Published
2025-08-11
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsecte.v5i2.21534
Citations
1
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
8.93
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Mengembangkan Literasi pada Anak Usia Dini

Asep Dudi Suhardini, Arif Hakim, Nabila Zahra Ramadhani
1 citations
Bandung Conference Series Early Childhood Teacher Education
Educational Curriculum and Learning Methods
8.93
article

Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Mengembangkan Literasi pada Anak Usia Dini

Asep Dudi Suhardini, Arif Hakim, Nabila Zahra Ramadhani
article en
1 citations

Abstract

Abstract. This study aims to examine in depth how the implementation of the Independent Curriculum can develop literacy in early childhood at KOBER Essenville. Literacy is a fundamental aspect of early childhood education because it is directly related to language skills, critical thinking, and children's readiness to enter the next level of education. The Independent Curriculum presents a breakthrough in the Indonesian education system by providing freedom and flexibility to educational units and educators in designing learning that is tailored to the needs and characteristics of students. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observations of teaching and learning activities, interviews with teachers, and documentation of children's work and lesson plans. The results showed that teachers at KOBER Essenville were able to integrate literacy activities into thematic learning based on children's interests and experiences. Strategies used included shared reading, storytelling, role-playing, and the use of visual and interactive media. Children demonstrated improvements in letter recognition, story comprehension, and verbal communication skills. Despite several obstacles, such as limited literacy resources and the need for further teacher training, the teachers' enthusiasm for continuous innovation and building a supportive learning environment remained a key strength. The findings of this study are expected to contribute to early childhood education practitioners and policymakers in developing literacy learning models based on the Independent Curriculum. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan literasi pada anak usia dini di KOBER Essenville. Literasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Kurikulum Merdeka hadir sebagai terobosan dalam sistem pendidikan Indonesia dengan memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada satuan pendidikan serta pendidik dalam menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kegiatan belajar mengajar, wawancara dengan guru, serta dokumentasi terhadap hasil karya anak dan rencana pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di KOBER Essenville mampu mengintegrasikan kegiatan literasi dalam pembelajaran tematik berbasis minat dan pengalaman anak. Strategi yang digunakan meliputi kegiatan membaca bersama, mendongeng, bermain peran, serta penggunaan media visual dan interaktif. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam aspek pengenalan huruf, kemampuan memahami isi cerita, serta keterampilan berkomunikasi secara verbal. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya literasi dan perlunya pelatihan lanjutan bagi guru, semangat guru untuk terus berinovasi dan membangun lingkungan belajar yang mendukung tetap menjadi kekuatan utama. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi praktisi PAUD dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan model pembelajaran literasi berbasis Kurikulum Merdeka.

Bandung Conference Series Early Childhood Teacher EducationVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 3%
Educational Curriculum and Learning Methods
8.93
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.