Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Koridor Jalan Raya Singaparna Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2017

Abstract. Spatial utilization conformity in the 48.61-hectare Jalan Raya Singaparna Corridor Area was assessed based on Regional Regulation No. 9 of 2017 regarding the Singaparna Detailed Urban Spatial Plan (RDTR). This area serves as a key economic and business hub for the regency; however, significant land-use conversion has occurred, deviating from the original plan. A quantitative method was applied using primary data (observations and interviews) and secondary literature. Existing land use was analyzed through overlay techniques in ArcGIS with the RDTR spatial structure. The results show that 34.60 hectares (70.91%) of land is not utilized according to the plan, mainly yards (15.1 Ha) and residential areas (12.72 Ha) converted into trade and service zones. These changes may cause spatial problems, such as traffic congestion, declining environmental quality, and socio-economic disruptions, thereby hampering the area's function as an economic growth center. The study recommends more rigorous land use control and spatial reorganization to support sustainable and effective spatial planning implementation. Abstrak. kesesuaian pemanfaatan ruang di Kawasan Koridor Jalan Raya Singaparna seluas 48,61 hektare berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2017 tentang RDTR Singaparna. Kawasan ini penting sebagai pusat ekonomi dan bisnis kabupaten, namun terjadi alih fungsi lahan yang signifikan dari rencana awal. Metode kuantitatif diterapkan dengan data primer (observasi dan wawancara) serta data sekunder literatur. Data penggunaan lahan eksisting dianalisis melalui overlay di ArcGIS dengan Rencana Pola Ruang RDTR. Hasilnya, 34,60 hektare (70,91%) lahan digunakan belum sesuai rencana, terutama pekarangan (15,1 Ha) dan permukiman (12,72 Ha) yang berubah menjadi zona perdagangan dan jasa. Perubahan ini berpotensi menimbulkan masalah tata ruang, seperti kemacetan, penurunan kualitas lingkungan, dan gangguan sosial ekonomi, sehingga menghambat fungsi kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Penelitian merekomendasikan pengendalian dan penataan kembali pemanfaatan lahan untuk mendukung implementasi tata ruang yang berkelanjutan dan efektif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Published
2025-08-12
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsurp.v5i2.21551
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Koridor Jalan Raya Singaparna Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2017

Nia Kurniasari, Muhammad Akmal Mubarak
1 links
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Economic Growth and Fiscal Policies
article

Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Koridor Jalan Raya Singaparna Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2017

Nia Kurniasari, Muhammad Akmal Mubarak
article en

Abstract

Abstract. Spatial utilization conformity in the 48.61-hectare Jalan Raya Singaparna Corridor Area was assessed based on Regional Regulation No. 9 of 2017 regarding the Singaparna Detailed Urban Spatial Plan (RDTR). This area serves as a key economic and business hub for the regency; however, significant land-use conversion has occurred, deviating from the original plan. A quantitative method was applied using primary data (observations and interviews) and secondary literature. Existing land use was analyzed through overlay techniques in ArcGIS with the RDTR spatial structure. The results show that 34.60 hectares (70.91%) of land is not utilized according to the plan, mainly yards (15.1 Ha) and residential areas (12.72 Ha) converted into trade and service zones. These changes may cause spatial problems, such as traffic congestion, declining environmental quality, and socio-economic disruptions, thereby hampering the area's function as an economic growth center. The study recommends more rigorous land use control and spatial reorganization to support sustainable and effective spatial planning implementation. Abstrak. kesesuaian pemanfaatan ruang di Kawasan Koridor Jalan Raya Singaparna seluas 48,61 hektare berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2017 tentang RDTR Singaparna. Kawasan ini penting sebagai pusat ekonomi dan bisnis kabupaten, namun terjadi alih fungsi lahan yang signifikan dari rencana awal. Metode kuantitatif diterapkan dengan data primer (observasi dan wawancara) serta data sekunder literatur. Data penggunaan lahan eksisting dianalisis melalui overlay di ArcGIS dengan Rencana Pola Ruang RDTR. Hasilnya, 34,60 hektare (70,91%) lahan digunakan belum sesuai rencana, terutama pekarangan (15,1 Ha) dan permukiman (12,72 Ha) yang berubah menjadi zona perdagangan dan jasa. Perubahan ini berpotensi menimbulkan masalah tata ruang, seperti kemacetan, penurunan kualitas lingkungan, dan gangguan sosial ekonomi, sehingga menghambat fungsi kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Penelitian merekomendasikan pengendalian dan penataan kembali pemanfaatan lahan untuk mendukung implementasi tata ruang yang berkelanjutan dan efektif.

Bandung Conference Series Urban & Regional PlanningVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID), Encana (Canada) (CA)
Openalex Percentile: Top 71%
Economic Growth and Fiscal Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.