Implementasi Penjatuhan Sanksi Pidana terhadap Pleger dan Medepleger dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana

Abstract. The imposition of criminal sanctions in premeditated murder cases is part of the application of criminal law that must be carried out carefully, especially if it involves more than one perpetrator with different roles, such as pleger (main perpetrator) and medepleger (participating perpetrator). This thesis discusses how to apply criminal sanctions to pleger and medepleger in premeditated murder cases based on Decision No. 51/Pid/2023/PT.TJS, and analyzes the judge’s considerations in sentencing two perpetrators with different levels of involvement, with reference to Article 55 of the Criminal Code. This study uses a normative juridical method with an approach through document reviews, especially the Tanjungkarang High Court Decision No. 51/Pid/2023/PT.TJS. The analysis was carried out qualitatively by emphasizing the judge’s legal reasons for sentencing the death penalty to pleger and medepleger who were jointly involved in the crime. The results of the study showed that the sentences were imposed on the pleger and medepleger because both had an important and active role in planning and carrying out the murder. The judge considered that both were equally important in the occurrence of the murder. The judge also took into account aspects of justice, deterrent effect, and public protection. However, the imposition of the death penalty on the medepleger has raised debate, especially regarding the proportionality of the sentence, because Article 55 of the Criminal Code regulates the need to differentiate responsibility between perpetrators in joint criminal acts. Abstrak. Penjatuhan sanksi pidana dalam kasus pembunuhan berencana merupakan bagian dari penerapan hukum pidana yang harus dilakukan secara cermat, apalagi jika melibatkan lebih dari satu pelaku dengan peran berbeda, seperti pleger (pelaku utama) dan medepleger (pelaku yang turut serta). Skripsi ini membahas bagaimana penerapan sanksi pidana terhadap pleger dan medepleger dalam kasus pembunuhan berencana berdasarkan Putusan No. 51/Pid/2023/PT.TJS, serta menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman mati kepada dua pelaku yang memiliki tingkat keterlibatan berbeda, dengan mengacu pada Pasal 55 KUHP. Penelitian dilakukan dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan terhadap undang-undang dan studi kasus. Data dikumpulkan dari kajian literatur dan penelaahan dokumen, khususnya Putusan Pengadilan Tinggi Tanjungkarang No. 51/Pid/2023/PT.TJS. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman mati terhadap pleger dan medepleger yang terlibat secara bersama-sama dalam kejahatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman dijatuhkan kepada pleger dan medepleger dalam kasus pembunuhan berencana, meskipun peran dan tingkat keterlibatan keduanya sama-sama penting dalam terjadinya kejahatan, sehingga dijatuhi hukuman yang sama, yaitu pidana mati. Dalam pertimbangannya, hakim juga memperhatikan unsur keadilan, efek jera, dan perlindungan masyarakat. Namun, pemberian pidana mati terhadap medepleger memunculkan perdebatan, khususnya terkait proporsionalitas hukuman, karena Pasal 55 KUHP mengatur perlunya pembedaan tanggung jawab antar pelaku dalam tindak pidana bersama.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Law Studies
Published
2025-08-12
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsls.v5i2.21561
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Implementasi Penjatuhan Sanksi Pidana terhadap Pleger dan Medepleger dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana

Chepi Ali Firman Zakaria, Muhamamd Nepalda Alistra
Bandung Conference Series Law Studies
Legal Studies and Policies
article

Implementasi Penjatuhan Sanksi Pidana terhadap Pleger dan Medepleger dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana

Chepi Ali Firman Zakaria, Muhamamd Nepalda Alistra
article en

Abstract

Abstract. The imposition of criminal sanctions in premeditated murder cases is part of the application of criminal law that must be carried out carefully, especially if it involves more than one perpetrator with different roles, such as pleger (main perpetrator) and medepleger (participating perpetrator). This thesis discusses how to apply criminal sanctions to pleger and medepleger in premeditated murder cases based on Decision No. 51/Pid/2023/PT.TJS, and analyzes the judge’s considerations in sentencing two perpetrators with different levels of involvement, with reference to Article 55 of the Criminal Code. This study uses a normative juridical method with an approach through document reviews, especially the Tanjungkarang High Court Decision No. 51/Pid/2023/PT.TJS. The analysis was carried out qualitatively by emphasizing the judge’s legal reasons for sentencing the death penalty to pleger and medepleger who were jointly involved in the crime. The results of the study showed that the sentences were imposed on the pleger and medepleger because both had an important and active role in planning and carrying out the murder. The judge considered that both were equally important in the occurrence of the murder. The judge also took into account aspects of justice, deterrent effect, and public protection. However, the imposition of the death penalty on the medepleger has raised debate, especially regarding the proportionality of the sentence, because Article 55 of the Criminal Code regulates the need to differentiate responsibility between perpetrators in joint criminal acts. Abstrak. Penjatuhan sanksi pidana dalam kasus pembunuhan berencana merupakan bagian dari penerapan hukum pidana yang harus dilakukan secara cermat, apalagi jika melibatkan lebih dari satu pelaku dengan peran berbeda, seperti pleger (pelaku utama) dan medepleger (pelaku yang turut serta). Skripsi ini membahas bagaimana penerapan sanksi pidana terhadap pleger dan medepleger dalam kasus pembunuhan berencana berdasarkan Putusan No. 51/Pid/2023/PT.TJS, serta menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman mati kepada dua pelaku yang memiliki tingkat keterlibatan berbeda, dengan mengacu pada Pasal 55 KUHP. Penelitian dilakukan dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan terhadap undang-undang dan studi kasus. Data dikumpulkan dari kajian literatur dan penelaahan dokumen, khususnya Putusan Pengadilan Tinggi Tanjungkarang No. 51/Pid/2023/PT.TJS. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman mati terhadap pleger dan medepleger yang terlibat secara bersama-sama dalam kejahatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman dijatuhkan kepada pleger dan medepleger dalam kasus pembunuhan berencana, meskipun peran dan tingkat keterlibatan keduanya sama-sama penting dalam terjadinya kejahatan, sehingga dijatuhi hukuman yang sama, yaitu pidana mati. Dalam pertimbangannya, hakim juga memperhatikan unsur keadilan, efek jera, dan perlindungan masyarakat. Namun, pemberian pidana mati terhadap medepleger memunculkan perdebatan, khususnya terkait proporsionalitas hukuman, karena Pasal 55 KUHP mengatur perlunya pembedaan tanggung jawab antar pelaku dalam tindak pidana bersama.

Bandung Conference Series Law StudiesVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 66%
Legal Studies and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.