Perlindungan Konsumen Akibat Pengoplosan Minyak Mentah yang Dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Abstract. This study discusses consumer protection against crude oil smuggling cases carried out by PT Pertamina Patra Niaga. Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection regulates that consumers have the right to choose goods/services and get goods/services in accordance with the exchange rate and conditions and guarantees promised. In fact, in the distribution of fuel oil carried out by PT. Pertamina Persero to consumers there is an allegation of smuggling (BBM) RON 90 (Pertalite equivalent) or below 88 in blending with 92 (Pertamax equivalent). The purpose of this study is to find out the consumer protection and legal remedies that can be taken against the crude oil smuggling case by PT Pertamina Patra Niaga. By using the normative juridical approach research method, using descriptive research specifications and using data collection techniques using primary materials, namely legal materials that have binding properties, namely legislation, then secondary legal materials such as law books, research results in journals, electronic media or the opinions of the parties. And finally, the author uses a qualitative analysis method, which is to collect data for analysis that does not use numbers but uses descriptions or descriptions with words on the findings so as to prioritize the quality of the data to make the quantity of the data Abstrak. Penelitian ini membahas mengenai perlidungan konsumen terhadap kasus pengoplosan minyak mentah yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur bhawa konsumen berhak untuk memilih barang/jasa serta mendapatkan barang/jasa sesuai dengan nilai tukar dan konsidi serta jaminan yang dijanjikan. Pada kenyatannya dalam pendistribusian bahan bakar minyak yang di lakukan PT. Pertamina Persero kepada konsumen terdapat dugaan pengoplosan (BBM) RON 90 (setara Pertalite) atau di bawahnya 88 di blending dengan 92 (setara Pertamax).. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan konsumen dan upaya hukum yang dapat ditempuh terhadap kasus pengoplosan minyak mentah oleh PT Pertamina Patra Niaga. Dengan menggunakan metode penelitian pendekatan yuridis normatif, menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif analisis dan menggunana teknik pengumpulan data menggunakan bahwan primer yaitu bahan hukum yang mempunyai etentuan mengikat yaitu perundang-undangan, lalu bahan hukum sekunder seperti buku hukum, hasil penelitian dalam jurnal, media elektronik atau pendapat para hali. Dan terakhir penulis menggunakan metode analisis kualitatif yaitu mengumpulkan data-data untuk dianalisis yang tidak menggunakan angka namun menggunakan gambaran atau deskripsi dengan kata-kata atas temuan sehingg mengutamakan kualitas dari data buatkan kuantitas data nya

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Law Studies
Published
2025-08-09
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsls.v5i2.21510
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perlindungan Konsumen Akibat Pengoplosan Minyak Mentah yang Dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Diana Wiyanti, Ghaza Ghafiqi Al Husna
Bandung Conference Series Law Studies
Legal Studies and Policies
article

Perlindungan Konsumen Akibat Pengoplosan Minyak Mentah yang Dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Diana Wiyanti, Ghaza Ghafiqi Al Husna
article en

Abstract

Abstract. This study discusses consumer protection against crude oil smuggling cases carried out by PT Pertamina Patra Niaga. Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection regulates that consumers have the right to choose goods/services and get goods/services in accordance with the exchange rate and conditions and guarantees promised. In fact, in the distribution of fuel oil carried out by PT. Pertamina Persero to consumers there is an allegation of smuggling (BBM) RON 90 (Pertalite equivalent) or below 88 in blending with 92 (Pertamax equivalent). The purpose of this study is to find out the consumer protection and legal remedies that can be taken against the crude oil smuggling case by PT Pertamina Patra Niaga. By using the normative juridical approach research method, using descriptive research specifications and using data collection techniques using primary materials, namely legal materials that have binding properties, namely legislation, then secondary legal materials such as law books, research results in journals, electronic media or the opinions of the parties. And finally, the author uses a qualitative analysis method, which is to collect data for analysis that does not use numbers but uses descriptions or descriptions with words on the findings so as to prioritize the quality of the data to make the quantity of the data Abstrak. Penelitian ini membahas mengenai perlidungan konsumen terhadap kasus pengoplosan minyak mentah yang dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur bhawa konsumen berhak untuk memilih barang/jasa serta mendapatkan barang/jasa sesuai dengan nilai tukar dan konsidi serta jaminan yang dijanjikan. Pada kenyatannya dalam pendistribusian bahan bakar minyak yang di lakukan PT. Pertamina Persero kepada konsumen terdapat dugaan pengoplosan (BBM) RON 90 (setara Pertalite) atau di bawahnya 88 di blending dengan 92 (setara Pertamax).. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan konsumen dan upaya hukum yang dapat ditempuh terhadap kasus pengoplosan minyak mentah oleh PT Pertamina Patra Niaga. Dengan menggunakan metode penelitian pendekatan yuridis normatif, menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif analisis dan menggunana teknik pengumpulan data menggunakan bahwan primer yaitu bahan hukum yang mempunyai etentuan mengikat yaitu perundang-undangan, lalu bahan hukum sekunder seperti buku hukum, hasil penelitian dalam jurnal, media elektronik atau pendapat para hali. Dan terakhir penulis menggunakan metode analisis kualitatif yaitu mengumpulkan data-data untuk dianalisis yang tidak menggunakan angka namun menggunakan gambaran atau deskripsi dengan kata-kata atas temuan sehingg mengutamakan kualitas dari data buatkan kuantitas data nya

Bandung Conference Series Law StudiesVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 66%
Legal Studies and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.