Pengaruh Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan Industri Perhotelan
Abstract. The high level of turnover intention in the hospitality industry is a crucial issue that impacts the effectiveness and sustainability of organizational operations. This study aims to determine the effect of work stress on turnover intention among employees of 4- and 5-star hotels. The approach used is a quantitative approach with a cross-sectional research design. The sample consisted of 110 employees of 4- and 5-star hotels who met the criteria, where all employees who met the criteria were involved as respondents using a total population sampling technique. The data collection instruments consisted of a work stress scale based on De Bruin's theory (2006) which includes three dimensions: motivational stress, cognitive stress, and affective stress, which has been adapted by Kristianto (2017) and a turnover intention scale developed by Mobley et al. (2011) which has been adapted by Farhan Farisan (2022), and includes the dimensions of thinking of quitting, intention to search for alternatives, and intention to quit. Data analysis was performed using simple linear regression with the help of SPSS version 27. The results showed that job stress has a positive and significant influence on turnover intention with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and a coefficient of determination (R²) of 74.5%. This indicates that the higher the level of job stress perceived by employees, the greater their tendency to leave the organization. These findings provide practical implications for hotel management to pay more attention to job stress management to reduce employee turnover intentions.Abstrak. Tingginya tingkat turnover intention dalam industri perhotelan merupakan permasalahan krusial yang berdampak pada efektivitas dan keberlangsungan operasional organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap turnover intention pada karyawan hotel bintang 4 dan 5. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel terdiri dari 110 karyawan hotel bintang 4 dan bintang 5 yang memenuhi kriteria, dimana seluruh karyawan yang memenuhi kriteria tersebut dilibatkan sebagai responden dengan menggunakan teknik total population sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari skala stres kerja berdasarkan teori De Bruin (2006) yang mencakup tiga dimensi: gangguan motivasi, gangguan kognitif, dan gangguan afektif, yang telah diadaptasi oleh Kristianto (2017) dan skala turnover intention yang dikembangkan oleh Mobley (2011) yang telah diadaptasi oleh Farhan Farisan (2022), dan mencakup dimensi thinking of quitting, intention to search for alternatives, and intention to quit. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 74,5%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin besar kecenderungan mereka untuk meninggalkan organisasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen hotel untuk lebih memperhatikan manajemen stres kerja guna menekan niat keluar karyawan.
Authors
- Nabila Syifa Fauzia
- Muhammad Ilmi Hatta (ORCID: https://orcid.org/0009-0006-4534-2647)
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-07-30
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19101
- Primary Topic
- Employee Performance and Management
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00