Analisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Anambas
Abstract. Poverty remains one of the most persistent structural issues and continues to be a major challenge in national development. Among the various factors believed to influence poverty levels is the Open Unemployment Rate (OUR). This study aims to analyze the effect of OUR on poverty levels in the Anambas Islands Regency from 2011 to 2023. The data used are secondary data obtained from the local Statistics Office. The analytical method employed is simple linear regression with classical assumption testing, followed by the application of the Weighted Least Square (WLS) method to address the presence of heteroskedasticity. The results indicate that OUR has a negative and statistically significant effect on poverty levels. This implies that an increase in unemployment does not necessarily lead to a rise in poverty. This phenomenon can be explained by local social factors, such as the contribution of other income-earning family members or the prevalence of informal economic structures. The coefficient of determination (R²) value of 47.4% indicates that nearly half of the variation in poverty levels can be explained by changes in OUR. It means the resulted model was not good enough, since so many factors left and should be considered for better model. Abstrak. Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan struktural yang kompleks dan masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan nasional. Berbagai faktor dianggap memengaruhi tingkat kemiskinan, salah satunya adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TPT terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Anambas selama periode 2011–2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik setempat. Metode yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan pengujian asumsi klasik, yang kemudian disempurnakan menggunakan metode Kuadrat Terkecil Terboboti (MKTT) karena ditemukannya gejala heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPT berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Artinya, peningkatan angka pengangguran tidak selalu berdampak pada kenaikan angka kemiskinan. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh faktor-faktor sosial lokal, seperti peran pendapatan anggota keluarga lain atau struktur ekonomi informal yang dominan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 47,4% menunjukkan bahwa hampir separuh variasi tingkat kemiskinan dapat dijelaskan oleh variabel TPT. Model dugaan belum cukup baik, karena masih banyak faktor yang harus dilibatkan agar diperoleh model yang lebih baik.
Authors
- Rara Almeida
- Abdul Kudus
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Statistics
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcss.v5i2.20415
- Primary Topic
- Economic Growth and Fiscal Policies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00