Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Resiliensi Pengguna Napza di Pondok Inabah Tasikmalaya
Abstract. Drug users (NAPZA: Narcotics, Psychotropics, and Addictive Substances) often face psychological challenges such as low resilience during the rehabilitation process. This study aims to analyze the relationship between social support and resilience among drug users at Pondok Inabah, Tasikmalaya, using a quantitative correlational design. Data were collected from 30 respondents through paper-and-pencil questionnaires, utilizing the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) adapted by Meiriska Putri Kusuma (2015) and a social support instrument based on Sarafino & Smith’s (2011) theory, adapted by Geribaldi (2017). The sampling technique used was saturated sampling. Spearman correlation analysis showed a significant relationship between social support and resilience, with a p-value of 0.036 (< 0.05) and a positive correlation coefficient of 0.384, indicating a moderately strong relationship. Participants aged 20–30 with short rehabilitation duration tended to have high social support but low resilience. In contrast, those aged 31–40 with longer rehabilitation periods tended to show higher resilience, although only a few reported high social support. The findings conclude that social support plays an essential role in enhancing resilience among drug users in rehabilitation. Therefore, strengthening social support from family, peers, and the rehabilitation community should be an integral part of recovery programs. Abstrak. Pengguna Napza sering menghadapi tantangan psikologis seperti rendahnya resiliensi selama proses rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan resiliensi pada pengguna Napza di Pondok Inabah Tasikmalaya, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data diperoleh dari 30 responden melalui kuesioner paper and pencil, menggunakan instrumen CD-RISC yang diadaptasi oleh Meiriska Putri Kusuma (2015) dan alat ukur dukungan sosial dari Sarafino & Smith (2011) yang diadaptasi oleh Geribaldi (2017). Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi dengan nilai signifikansi 0,036 (< 0,05) dan koefisien korelasi 0,384, menunjukkan hubungan positif yang cukup kuat. Kelompok usia 20–30 tahun dengan masa rehabilitasi singkat cenderung memiliki resiliensi rendah meskipun dukungan sosial tinggi, sedangkan kelompok usia 31–40 tahun dengan masa rehabilitasi lebih dari 6 bulan cenderung memiliki resiliensi tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam membangun resiliensi pengguna Napza, sehingga perlu diperkuat dalam program rehabilitasi melalui keterlibatan keluarga, teman, dan komunitas.
Authors
- Suci Nugraha (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-5148-0313)
- Alan Suherlan
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-07-30
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19103
- Primary Topic
- Public Health and Nutrition
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00