Pengaruh Stress Kerja terhadap Work Engagement pada Karyawan Level Menengah PT X

Abstract. This study aims to determine the effect of work stress on work engagement among mid-level employees at PT X, a manufacturing company in Karawang, given that employees at this level face pressure from both superiors and subordinates, which has the potential to cause high stress levels and reduce work engagement. The method used is a quantitative causal study with simple linear regression analysis, non-probability sampling techniques using purposive sampling, data collection through questionnaires administered to 53 employees using the Job Stress Scale (JSS) by Parker & DeCotiis (1983) and the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) by Schaufeli & Bakker (2004), which has been adapted into Indonesian by Khristiana et al. (2018). The results showed that the majority of respondents experienced high work stress (84.91%) and had low work engagement (81.13%). Statistical analysis revealed that work stress had a significant negative effect on work engagement with a significance level of 0.005 < 0.05 and a determination coefficient of 0.145, meaning that work stress accounted for 14.5% of the variation in work engagement. Time pressure was the most dominant dimension of work stress, while vigor was the primary aspect of work engagement; however, overall, all three aspects remained low. In conclusion, high work stress significantly reduces employee work engagement, so companies are advised to manage work stress through management interventions and improved work conditions. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap work engagement pada karyawan level menengah di PT X, perusahaan manufaktur di Karawang, dengan latar belakang bahwa karyawan level ini menghadapi tekanan dari atasan dan bawahan yang berpotensi menimbulkan stres tinggi dan menurunkan keterikatan kerja. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kausalitas dengan analisis regresi linier sederhana, teknik sampling non-probability dengan metode purposive sampling, pengumpulan data melalui kuesioner kepada 53 karyawan menggunakan Job Stress Scale (JSS) dari Parker & DeCotiis (1983) dan Utrecht Work engagement Scale-9 (UWES-9) dari Schaufeli & Bakker (2004) yang telah diadaptasi oleh Khristiana et al. (2018) kedalam Bahasa Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres kerja tinggi (84,91%) dan memiliki work engagement rendah (81,13%). Analisis statistik mengungkapkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap work engagement dengan signifikansi 0,005 < 0,05 dan koefisien determinasi 0,145, yang berarti stres kerja menyumbang 14,5% variasi work engagement. Tekanan waktu menjadi dimensi stres kerja paling dominan, sedangkan vigor menjadi aspek utama dalam work engagement, namun secara keseluruhan ketiga aspeknya masih rendah. Kesimpulannya, stres kerja tinggi secara signifikan menurunkan work engagement karyawan, sehingga perusahaan disarankan mengelola stres kerja melalui intervensi manajemen dan peningkatan kesejahteraan karyawan untuk menjaga keterikatan kerja yang optimal.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Psychology Science
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19091
Primary Topic
Employee Performance and Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Stress Kerja terhadap Work Engagement pada Karyawan Level Menengah PT X

Dzulfikar Zuhair Soeroyo, Anna Rozana
Bandung Conference Series Psychology Science
Employee Performance and Management
article

Pengaruh Stress Kerja terhadap Work Engagement pada Karyawan Level Menengah PT X

Dzulfikar Zuhair Soeroyo, Anna Rozana
article en

Abstract

Abstract. This study aims to determine the effect of work stress on work engagement among mid-level employees at PT X, a manufacturing company in Karawang, given that employees at this level face pressure from both superiors and subordinates, which has the potential to cause high stress levels and reduce work engagement. The method used is a quantitative causal study with simple linear regression analysis, non-probability sampling techniques using purposive sampling, data collection through questionnaires administered to 53 employees using the Job Stress Scale (JSS) by Parker & DeCotiis (1983) and the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) by Schaufeli & Bakker (2004), which has been adapted into Indonesian by Khristiana et al. (2018). The results showed that the majority of respondents experienced high work stress (84.91%) and had low work engagement (81.13%). Statistical analysis revealed that work stress had a significant negative effect on work engagement with a significance level of 0.005 < 0.05 and a determination coefficient of 0.145, meaning that work stress accounted for 14.5% of the variation in work engagement. Time pressure was the most dominant dimension of work stress, while vigor was the primary aspect of work engagement; however, overall, all three aspects remained low. In conclusion, high work stress significantly reduces employee work engagement, so companies are advised to manage work stress through management interventions and improved work conditions. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap work engagement pada karyawan level menengah di PT X, perusahaan manufaktur di Karawang, dengan latar belakang bahwa karyawan level ini menghadapi tekanan dari atasan dan bawahan yang berpotensi menimbulkan stres tinggi dan menurunkan keterikatan kerja. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kausalitas dengan analisis regresi linier sederhana, teknik sampling non-probability dengan metode purposive sampling, pengumpulan data melalui kuesioner kepada 53 karyawan menggunakan Job Stress Scale (JSS) dari Parker & DeCotiis (1983) dan Utrecht Work engagement Scale-9 (UWES-9) dari Schaufeli & Bakker (2004) yang telah diadaptasi oleh Khristiana et al. (2018) kedalam Bahasa Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres kerja tinggi (84,91%) dan memiliki work engagement rendah (81,13%). Analisis statistik mengungkapkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap work engagement dengan signifikansi 0,005 < 0,05 dan koefisien determinasi 0,145, yang berarti stres kerja menyumbang 14,5% variasi work engagement. Tekanan waktu menjadi dimensi stres kerja paling dominan, sedangkan vigor menjadi aspek utama dalam work engagement, namun secara keseluruhan ketiga aspeknya masih rendah. Kesimpulannya, stres kerja tinggi secara signifikan menurunkan work engagement karyawan, sehingga perusahaan disarankan mengelola stres kerja melalui intervensi manajemen dan peningkatan kesejahteraan karyawan untuk menjaga keterikatan kerja yang optimal.

Bandung Conference Series Psychology ScienceVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 63%
Employee Performance and Management
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.