Identifikasi Kriteria Penanganan Permukiman Kumuh Dalam Perspektif Islam

Abstract. The blessings of Allah on this earth are indeed abundant, yet only a few people are truly grateful. To be among the muttaqin means to be able to carry out Allah's commands, but in reality, only a few of His servants are able to live by such guidance. The increasing extent of urban slum areas across Indonesia each year serves as tangible evidence of this. Slum settlements are defined as uninhabitable areas due to irregular building patterns, high building density, and poor quality of housing and infrastructure that do not meet basic standards. Although the government has implemented numerous programs to address the growth of slum areas, these efforts have yet to yield significant results. Therefore, this study aims to propose an alternative planning approach for structuring slum areas from an Islamic perspective—one that incorporates and applies Islamic values. This research employs a qualitative method alongside the maudhu’i (thematic) interpretation method to interpret relevant Qur'anic verses. Through this approach, verses discussing the characteristics of slum settlements are identified, revealing how Islam discourages its followers from living in poverty. Abstrak. Nikmat Allah yang ada di bumi ini sungguh melimpah, namun hanya sedikit dari manusia yang bersyukur, menjadi orang muttaqin berarti mampu menjalankan perintah Allah, namun pada kenyataannya hanya sedikit dari hambanya yang mampu hidup dalam petunjuk itu. Bertambahnya luasan permukiman kumuh di perkotaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tiap tahunnya menjadi salahsatu buktinya. Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. Banyaknya program dari pemerintah dalam mengatasi pertumbuhan permukiman kumuh masih belum membuahkan hasil yang nyata, maka dari itu adanya penelitian ini untuk memberikan pilihan perencanaan dalam menata kawasan kumuh dalam perspektif Islam yang menerapkan nilai-nilai Islam di dalamnya. Untuk melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dan metode penafsiran maudhu’i untuk menafsirkan ayat Al-Qur’an. Setelah menafsirkan dengan metode penafsiran maudhu’i maka ayat-ayat Qur’an yang membahas tentang kriteria permukiman kumuh dapat kita ketahui, dan bagaimana Islam tidak menganjurrkan umatnya untuk hidup dalam kemiskinan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Published
2025-08-03
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsurp.v5i2.19784
Primary Topic
Architecture and Cultural Influences
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Identifikasi Kriteria Penanganan Permukiman Kumuh Dalam Perspektif Islam

Nia Kurniasari, Alif Maulana Yasir
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Architecture and Cultural Influences
article

Identifikasi Kriteria Penanganan Permukiman Kumuh Dalam Perspektif Islam

Nia Kurniasari, Alif Maulana Yasir
article en

Abstract

Abstract. The blessings of Allah on this earth are indeed abundant, yet only a few people are truly grateful. To be among the muttaqin means to be able to carry out Allah's commands, but in reality, only a few of His servants are able to live by such guidance. The increasing extent of urban slum areas across Indonesia each year serves as tangible evidence of this. Slum settlements are defined as uninhabitable areas due to irregular building patterns, high building density, and poor quality of housing and infrastructure that do not meet basic standards. Although the government has implemented numerous programs to address the growth of slum areas, these efforts have yet to yield significant results. Therefore, this study aims to propose an alternative planning approach for structuring slum areas from an Islamic perspective—one that incorporates and applies Islamic values. This research employs a qualitative method alongside the maudhu’i (thematic) interpretation method to interpret relevant Qur'anic verses. Through this approach, verses discussing the characteristics of slum settlements are identified, revealing how Islam discourages its followers from living in poverty. Abstrak. Nikmat Allah yang ada di bumi ini sungguh melimpah, namun hanya sedikit dari manusia yang bersyukur, menjadi orang muttaqin berarti mampu menjalankan perintah Allah, namun pada kenyataannya hanya sedikit dari hambanya yang mampu hidup dalam petunjuk itu. Bertambahnya luasan permukiman kumuh di perkotaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tiap tahunnya menjadi salahsatu buktinya. Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. Banyaknya program dari pemerintah dalam mengatasi pertumbuhan permukiman kumuh masih belum membuahkan hasil yang nyata, maka dari itu adanya penelitian ini untuk memberikan pilihan perencanaan dalam menata kawasan kumuh dalam perspektif Islam yang menerapkan nilai-nilai Islam di dalamnya. Untuk melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dan metode penafsiran maudhu’i untuk menafsirkan ayat Al-Qur’an. Setelah menafsirkan dengan metode penafsiran maudhu’i maka ayat-ayat Qur’an yang membahas tentang kriteria permukiman kumuh dapat kita ketahui, dan bagaimana Islam tidak menganjurrkan umatnya untuk hidup dalam kemiskinan.

Bandung Conference Series Urban & Regional PlanningVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID), Encana (Canada) (CA)
Openalex Percentile: Top 77%
Architecture and Cultural Influences
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.