Profil Pasien Hipertensi Komorbid Gagal Ginjal Kronis di Rumah Sakit X
Abstract. Hypertension is a chronic condition characterized by a persistent increase in blood pressure, which, if left uncontrolled, can lead to complications such as chronic kidney disease (CKD). CKD is a progressive and irreversible decline in kidney function that often requires hemodialysis as a replacement therapy. This study aimed to describe the characteristics of hypertensive patients with comorbid chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Hospital X. A total of 77 patients participated as respondents. The results showed that most patients were female (58.4%) and within the age group of 36–45 years (31.2%). The majority had completed secondary education (39.0%) and worked as housewives (44.2%). Most patients had undergone hemodialysis for 0–5 years (58.4%). The most commonly used antihypertensive medication was amlodipine (32.5%) as monotherapy, followed by combinations such as amlodipine–candesartan (26.0%) and amlodipine–bisoprolol–candesartan (16.9%). These findings provide an overview of the clinical and demographic characteristics of patients, which may serve as a reference for improving treatment strategies and monitoring in patients with hypertension and chronic kidney disease. Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah secara persisten, dan bila tidak dikendalikan dapat menimbulkan komplikasi seperti gagal ginjal kronis. Gagal ginjal kronis adalah kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dan permanen yang memerlukan terapi hemodialisa sebagai pengganti fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien hipertensi komorbid gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit X. Sebanyak 77 pasien diikutsertakan sebagai responden. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (58,4%) dengan usia terbanyak pada rentang 36–45 tahun (31,2%). Sebagian besar memiliki pendidikan terakhir SMA/SMK (39,0%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (44,2%). Lama menjalani hemodialisa terbanyak pada kategori 0–5 tahun (58,4%). Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin (32,5%) sebagai terapi tunggal, serta kombinasi amlodipin–candesartan (26,0%) dan amlodipin–bisoprolol–candesartan (16,9%). Temuan ini memberikan gambaran karakteristik klinis dan demografis pasien sebagai dasar untuk penanganan dan pemantauan terapi yang lebih optimal.
Authors
- Suwendar
- Bambang Tri Laksono
- Deva Silvya Agustin
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Pharmacy
- Published
- 2025-08-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsp.v5i2.19824
- Primary Topic
- Sports and Physical Education Research
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00