Hubungan Self-Esteem dengan Tingkat Fear of Missing Out pada Pengguna TikTok Generasi Z

Abstract. This study aims to describe the level of parental acceptance among parents of children with intellectual disabilities (ID) in Special Schools (SLB) in Sumedang Regency. The research employed a quantitative descriptive approach involving 70 parents (35 fathers and 35 mothers). Data were collected using an adapted version of the Parental Acceptance-Rejection Questionnaire (PARQ) with a 10-item Likert scale. The results showed that, overall, the level of parental acceptance was in the high category (average score of 35). When separated by gender, mothers demonstrated a higher level of acceptance (average score of 38) compared to fathers (average score of 32). These findings provide a comprehensive overview of parental acceptance toward children with ID, which can serve as a basis for developing family support programs. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FoMO) pada pengguna TikTok Generasi Z di Kota Bandung. Permasalahan yang diangkat adalah kecenderungan meningkatnya penggunaan media sosial yang memicu FoMO, serta bagaimana peran self-esteem dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik convenience sampling terhadap 362 responden yang menggunakan TikTok minimal dua jam per hari. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan skala FoMO dari Przybylski (2013), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan namun lemah antara self-esteem dan FoMO. Artinya, semakin tinggi self-esteem individu, maka semakin rendah kecenderungannya mengalami FoMO, meskipun efeknya tidak kuat. Penelitian juga menemukan perbedaan tingkat self-esteem dan FoMO antara pengguna aktif dan pasif TikTok. Kesimpulannya, self-esteem berperan dalam memengaruhi tingkat FoMO, meski bukan satu-satunya faktor. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran diri dan penghargaan terhadap diri sendiri, serta perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor lain yang turut memengaruhi FoMO pada generasi muda pengguna media sosial.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Psychology Science
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i2.19194
Primary Topic
Educational Methods and Impacts
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Hubungan Self-Esteem dengan Tingkat Fear of Missing Out pada Pengguna TikTok Generasi Z

Azalia Rahima Fadilla, Endah Nawangsih
Bandung Conference Series Psychology Science
Educational Methods and Impacts
article

Hubungan Self-Esteem dengan Tingkat Fear of Missing Out pada Pengguna TikTok Generasi Z

Azalia Rahima Fadilla, Endah Nawangsih
article en

Abstract

Abstract. This study aims to describe the level of parental acceptance among parents of children with intellectual disabilities (ID) in Special Schools (SLB) in Sumedang Regency. The research employed a quantitative descriptive approach involving 70 parents (35 fathers and 35 mothers). Data were collected using an adapted version of the Parental Acceptance-Rejection Questionnaire (PARQ) with a 10-item Likert scale. The results showed that, overall, the level of parental acceptance was in the high category (average score of 35). When separated by gender, mothers demonstrated a higher level of acceptance (average score of 38) compared to fathers (average score of 32). These findings provide a comprehensive overview of parental acceptance toward children with ID, which can serve as a basis for developing family support programs. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FoMO) pada pengguna TikTok Generasi Z di Kota Bandung. Permasalahan yang diangkat adalah kecenderungan meningkatnya penggunaan media sosial yang memicu FoMO, serta bagaimana peran self-esteem dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik convenience sampling terhadap 362 responden yang menggunakan TikTok minimal dua jam per hari. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan skala FoMO dari Przybylski (2013), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan namun lemah antara self-esteem dan FoMO. Artinya, semakin tinggi self-esteem individu, maka semakin rendah kecenderungannya mengalami FoMO, meskipun efeknya tidak kuat. Penelitian juga menemukan perbedaan tingkat self-esteem dan FoMO antara pengguna aktif dan pasif TikTok. Kesimpulannya, self-esteem berperan dalam memengaruhi tingkat FoMO, meski bukan satu-satunya faktor. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran diri dan penghargaan terhadap diri sendiri, serta perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor lain yang turut memengaruhi FoMO pada generasi muda pengguna media sosial.

Bandung Conference Series Psychology ScienceVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 77%
Educational Methods and Impacts
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.