Perbaikan Kualitas Produk Paving Block Menggunakan Metode (SQC) dan (FMEA) untuk Meminimasi Cacat Produk di CV. Kurnia Block
Abstract. This research was conducted at CV. Kurnia Block, a company engaged in the production of paving blocks, with the aim of identifying the factors causing product defects and providing quality improvement proposals. The two dominant types of defects found were chipping and breakage. The methods used in this study were Statistical Quality Control (SQC), which analyzes types of defects through histograms, Pareto diagrams, and fishbone diagrams, and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), which determines improvement priorities based on the Risk Priority Number (RPN). Research data were obtained through direct field observations and company documentation. The analysis results showed that the most frequent defect was chipping at 46%, followed by breakage at 34%. The main causes of defects originated from human, machine, material, and method factors. The highest RPN value (252) was found in the failure caused by the absence of a mold-cleaning Standard Operating Procedure (SOP). Improvement proposals were formulated using the 5W+1H approach to ensure effective implementation. This study provides concrete and applicable solutions to reduce defect risks, improve production efficiency, and enhance overall product quality in a sustainable manner. Abstrak. Penelitian ini dilakukan di CV. Kurnia Block yang bergerak di bidang produksi paving block, dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat produk dan memberikan usulan perbaikan kualitas. Duga jenis cacat dominan yang ditemukan adalah geripis dan cacat sompel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistical Quality Control (SQC) untuk menganalisis jenis cacat melalui histogram, diagram Pareto, dan diagram sebab-akibat (fishbone diagram), serta Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dan dokumentasi perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis cacat terbanyak yaitu cacat geripis sebesar 46% dan cacat sompel sebesar 34%. Penyebab utama cacat berasal dari faktor manusia, mesin, material, dan metode. Nilai RPN tertinggi (252) ditemukan pada kegagalan akibat tidak adanya SOP pembersihan cetakan. Usulan perbaikan dirumuskan dengan pendekatan 5W+1H agar dapat diimplementasikan secara efektif. Penelitian ini memberikan solusi konkret yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko cacat, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperbaiki kualitas produk secara berkelanjutan.
Authors
- A. Harits Nu’man (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-7778-9538)
- Dika Faisal
- Asep Nana Rukmana
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Industrial Engineering Science
- Published
- 2025-08-04
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsies.v5i2.20749
- Primary Topic
- Management and Optimization Techniques
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00