Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Peri Urbanization di Kabupaten Cirebon Bagian Timur

Abstract. The rapid pace of urbanization in Indonesia has given rise to various social, economic, and spatial dynamics, including the phenomenon of peri-urbanization occurring in suburban areas. The development of the Rebana region, as one of the government's strategic programs to stimulate economic growth, has the potential to accelerate land-use changes and settlement patterns in the eastern part of Cirebon Regency. The transformation of this area into a hub of industrial and residential activities reflects the influence of regional development policies on the expansion of urbanization and spatial planning challenges in the region. This study aims to identify the driving factors behind peri-urbanization in eastern Cirebon Regency. The data used in this research consists of primary data obtained through questionnaire surveys and secondary data collected through a literature review approach. The analytical method employed is multiple linear regression analysis. The results indicate six significant factors driving peri-urbanization: ease of economic and investment development, high employment opportunities, accessibility, low disaster risk, land value affordability, and spatial planning policies, with a combined contribution of 77%. These findings highlight the importance of integrated spatial planning and the development of new growth centers as part of a strategy to manage urbanization and leverage the opportunities arising from the development of the Rebana region over the next five years. Abstrak. Tingginya laju urbanisasi di Indonesia telah memunculkan berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan tata ruang, termasuk fenomena peri urbanization yang terjadi di daerah pinggiran kota. Perkembangan Kawasan Rebana, sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, berpotensi mempercepat perubahan penggunaan lahan dan pola pemukiman di Kabupaten Cirebon Bagian Timur. Transformasi wilayah ini menjadi pusat aktivitas industri dan perumahan mencerminkan pengaruh kebijakan pengembangan kawasan terhadap perluasan urbanisasi dan tantangan tata ruang di daerah tersebut. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya peri urbanization di Kabupaten Cirebon Bagian Timur. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer, yang diperoleh menggunakan survei kuesioner, dan juga data sekunder yang diperoleh menggunakan pendekatan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat enam faktor signifikan yang mendorong terjadinya peri urbanization, yaitu kemudahan mengembangkan ekonomi dan investasi, peluang kerja yang tinggi, aksesibilitas, rendahnya risiko bencana, keterjangkauan nilai lahan, dan kebijakan tata ruang, dengan kontribusi pengaruh sebesar 77%. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan tata ruang yang terpadu serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru sebagai bagian dari strategi pengelolaan urbanisasi dan pemanfaatan peluang dari pengembangan Kawasan Rebana dalam lima tahun ke depan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Published
2025-08-04
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsurp.v5i2.20316
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Peri Urbanization di Kabupaten Cirebon Bagian Timur

Ira Safitri Darwin, Ainin Baisti Fauziyah
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Economic Growth and Fiscal Policies
article

Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Peri Urbanization di Kabupaten Cirebon Bagian Timur

Ira Safitri Darwin, Ainin Baisti Fauziyah
article en

Abstract

Abstract. The rapid pace of urbanization in Indonesia has given rise to various social, economic, and spatial dynamics, including the phenomenon of peri-urbanization occurring in suburban areas. The development of the Rebana region, as one of the government's strategic programs to stimulate economic growth, has the potential to accelerate land-use changes and settlement patterns in the eastern part of Cirebon Regency. The transformation of this area into a hub of industrial and residential activities reflects the influence of regional development policies on the expansion of urbanization and spatial planning challenges in the region. This study aims to identify the driving factors behind peri-urbanization in eastern Cirebon Regency. The data used in this research consists of primary data obtained through questionnaire surveys and secondary data collected through a literature review approach. The analytical method employed is multiple linear regression analysis. The results indicate six significant factors driving peri-urbanization: ease of economic and investment development, high employment opportunities, accessibility, low disaster risk, land value affordability, and spatial planning policies, with a combined contribution of 77%. These findings highlight the importance of integrated spatial planning and the development of new growth centers as part of a strategy to manage urbanization and leverage the opportunities arising from the development of the Rebana region over the next five years. Abstrak. Tingginya laju urbanisasi di Indonesia telah memunculkan berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan tata ruang, termasuk fenomena peri urbanization yang terjadi di daerah pinggiran kota. Perkembangan Kawasan Rebana, sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, berpotensi mempercepat perubahan penggunaan lahan dan pola pemukiman di Kabupaten Cirebon Bagian Timur. Transformasi wilayah ini menjadi pusat aktivitas industri dan perumahan mencerminkan pengaruh kebijakan pengembangan kawasan terhadap perluasan urbanisasi dan tantangan tata ruang di daerah tersebut. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya peri urbanization di Kabupaten Cirebon Bagian Timur. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer, yang diperoleh menggunakan survei kuesioner, dan juga data sekunder yang diperoleh menggunakan pendekatan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat enam faktor signifikan yang mendorong terjadinya peri urbanization, yaitu kemudahan mengembangkan ekonomi dan investasi, peluang kerja yang tinggi, aksesibilitas, rendahnya risiko bencana, keterjangkauan nilai lahan, dan kebijakan tata ruang, dengan kontribusi pengaruh sebesar 77%. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan tata ruang yang terpadu serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru sebagai bagian dari strategi pengelolaan urbanisasi dan pemanfaatan peluang dari pengembangan Kawasan Rebana dalam lima tahun ke depan.

Bandung Conference Series Urban & Regional PlanningVol. 5(2)
Bandung Islamic University (ID), Encana (Canada) (CA)
Openalex Percentile: Top 71%
Economic Growth and Fiscal Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.