SEMANTIK INKUISITIF ‘BAGAI MUSANG BERBULU DOMBA’ DALAM PERIBAHASA: STUDI PERBANDINGAN MAKNA DAN FUNGSI

The proverb "like a weasel in sheep's clothing" is a linguistic expression rich in cultural values and often used to implicitly criticize hypocrisy. This background prompts the need for a more in-depth analysis of its meaning. The focus of this research is to explore the potential implicit meaning, communicative function, and cultural resonance of this proverb using an inquisitive semantic framework, which views meaning as a trigger for questioning and interpretation. As a crucial step, this study applies descriptive qualitative methods accompanied by comparative analysis across languages—including English, Arabic, Mandarin, and German—to test the universality of the concept. Key findings indicate that the semantic structure of "a predator in disguise" is a universal concept reflecting global ethical concerns about deception and betrayal. Pragmatically, this proverb functions as an effective indirect speech act to convey social criticism in a subtle yet incisive manner. In conclusion, this proverb is not simply an aesthetic form of language, but a dynamic rhetorical instrument and an important means of shaping social consciousness, whose meaning is not only propositional but also open to interpretation by its listeners. ABSTRAKPeribahasa "bagai musang berbulu domba" merupakan ekspresi linguistik yang kaya akan nilai budaya dan sering digunakan untuk mengkritik kemunafikan secara tersirat. Latar belakang ini mendorong perlunya analisis makna yang lebih mendalam. Fokus penelitian ini adalah untuk menggali potensi makna implisit, fungsi komunikatif, dan resonansi budaya dari peribahasa tersebut dengan menggunakan kerangka semantik inkuisitif, yang memandang makna sebagai pemicu pertanyaan dan interpretasi. Sebagai langkah penting, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif yang disertai analisis komparatif lintas bahasa—mencakup Inggris, Arab, Mandarin, dan Jerman—untuk menguji universalitas konsepnya. Temuan utama menunjukkan bahwa struktur semantik "predator yang menyamar" merupakan konsep universal yang mencerminkan kekhawatiran etis global terhadap penipuan dan pengkhianatan. Secara pragmatis, peribahasa ini berfungsi sebagai tindak tutur tidak langsung yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial secara halus namun tajam. Kesimpulannya, peribahasa ini bukan sekadar bentuk estetika bahasa, melainkan instrumen retoris yang dinamis dan sarana penting dalam membentuk kesadaran sosial, yang maknanya tidak hanya bersifat proposisional tetapi juga membuka ruang interpretasi bagi pendengarnya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Published
2025-08-17
DOI
https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6629
Primary Topic
Agriculture and Agroindustry Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

SEMANTIK INKUISITIF ‘BAGAI MUSANG BERBULU DOMBA’ DALAM PERIBAHASA: STUDI PERBANDINGAN MAKNA DAN FUNGSI

Hermandra Hermandra, Ferika Megasari, Novriadi Otavian
LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Agriculture and Agroindustry Studies
article

SEMANTIK INKUISITIF ‘BAGAI MUSANG BERBULU DOMBA’ DALAM PERIBAHASA: STUDI PERBANDINGAN MAKNA DAN FUNGSI

Hermandra Hermandra, Ferika Megasari, Novriadi Otavian
article en

Abstract

The proverb "like a weasel in sheep's clothing" is a linguistic expression rich in cultural values and often used to implicitly criticize hypocrisy. This background prompts the need for a more in-depth analysis of its meaning. The focus of this research is to explore the potential implicit meaning, communicative function, and cultural resonance of this proverb using an inquisitive semantic framework, which views meaning as a trigger for questioning and interpretation. As a crucial step, this study applies descriptive qualitative methods accompanied by comparative analysis across languages—including English, Arabic, Mandarin, and German—to test the universality of the concept. Key findings indicate that the semantic structure of "a predator in disguise" is a universal concept reflecting global ethical concerns about deception and betrayal. Pragmatically, this proverb functions as an effective indirect speech act to convey social criticism in a subtle yet incisive manner. In conclusion, this proverb is not simply an aesthetic form of language, but a dynamic rhetorical instrument and an important means of shaping social consciousness, whose meaning is not only propositional but also open to interpretation by its listeners. ABSTRAKPeribahasa "bagai musang berbulu domba" merupakan ekspresi linguistik yang kaya akan nilai budaya dan sering digunakan untuk mengkritik kemunafikan secara tersirat. Latar belakang ini mendorong perlunya analisis makna yang lebih mendalam. Fokus penelitian ini adalah untuk menggali potensi makna implisit, fungsi komunikatif, dan resonansi budaya dari peribahasa tersebut dengan menggunakan kerangka semantik inkuisitif, yang memandang makna sebagai pemicu pertanyaan dan interpretasi. Sebagai langkah penting, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif yang disertai analisis komparatif lintas bahasa—mencakup Inggris, Arab, Mandarin, dan Jerman—untuk menguji universalitas konsepnya. Temuan utama menunjukkan bahwa struktur semantik "predator yang menyamar" merupakan konsep universal yang mencerminkan kekhawatiran etis global terhadap penipuan dan pengkhianatan. Secara pragmatis, peribahasa ini berfungsi sebagai tindak tutur tidak langsung yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial secara halus namun tajam. Kesimpulannya, peribahasa ini bukan sekadar bentuk estetika bahasa, melainkan instrumen retoris yang dinamis dan sarana penting dalam membentuk kesadaran sosial, yang maknanya tidak hanya bersifat proposisional tetapi juga membuka ruang interpretasi bagi pendengarnya.

LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan PembelajaranVol. 5(3)
Riau University (ID)
Openalex Percentile: Top 67%
Agriculture and Agroindustry Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.