ANALISIS ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN CONGKLAK DAN MAKANAN KLEPON : KESAMAAN GEOMETRI, OPERASI PENJUMLAHAN, DAN PELUANG

This study aims to analyze the elements of ethnomathematics contained in the traditional game of congklak and klepon food, focusing on the similarity of the concepts of building space, flat buildings, addition operations, and opportunities. The background of the research is based on the richness of Indonesian culture reflected in traditional games and food, which apparently contains mathematical values. The method used was qualitative with ethnography, through literature and documentation studies of relevant sources on congklak and klepon. This research identified that both congklak and klepon represent the concept of spatial (ball and half ball) and flat (circle) shapes, which can be used as a medium for learning mathematics. In addition, the addition and chance operations that appear in the activities of playing congklak and making klepon show the relationship between culture and mathematical concepts. The results concluded that ethnomathematics is important in understanding mathematics and increasing understanding of local culture. The main conclusion of this research is that the integration of local cultural elements in mathematics learning can make the learning process more contextual, relevant and meaningful, and encourage cultural preservation through education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur etnomatematika yang terdapat pada permainan tradisional congklak dan makanan klepon, dengan fokus pada kesamaan konsep bangun ruang, bangun datar, operasi penjumlahan, dan peluang. Latar belakang penelitian didasarkan pada kekayaan budaya Indonesia yang tercermin dalam permainan dan makanan tradisional, yang ternyata mengandung nilai-nilai matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan etnografi, melalui studi literatur dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan mengenai congklak dan klepon. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa baik congklak maupun klepon merepresentasikan konsep bangun ruang (bola dan setengah bola) serta bangun datar (lingkaran), yang dapat dijadikan media pembelajaran matematika. Selain itu, operasi penjumlahan dan peluang yang muncul dalam aktivitas bermain congklak dan pembuatan klepon menunjukkan keterkaitan antara budaya dan konsep matematika. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa etnomatematika penting dalam pemahaman matematika serta meningkatkan pemahaman terhadap budaya lokal. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa integrasi unsur budaya lokal dalam pembelajaran matematika dapat membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna, serta mendorong pelestarian budaya melalui pendidikan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Published
2025-08-18
DOI
https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6671
Citations
1
Primary Topic
Sports and Physical Education Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
4.76
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN CONGKLAK DAN MAKANAN KLEPON : KESAMAAN GEOMETRI, OPERASI PENJUMLAHAN, DAN PELUANG

Rio Stefanus Tarigan, Monica Anjelika Silitonga, Rahel Febriani Anatasya Sitorus, Vinar Sinta Turnip et al.
1 citations
SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Sports and Physical Education Research
4.76
article

ANALISIS ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN CONGKLAK DAN MAKANAN KLEPON : KESAMAAN GEOMETRI, OPERASI PENJUMLAHAN, DAN PELUANG

Rio Stefanus Tarigan, Monica Anjelika Silitonga, Rahel Febriani Anatasya Sitorus, Vinar Sinta Turnip, Claudya Eklesia Rajagukguk
article en
1 citations

Abstract

This study aims to analyze the elements of ethnomathematics contained in the traditional game of congklak and klepon food, focusing on the similarity of the concepts of building space, flat buildings, addition operations, and opportunities. The background of the research is based on the richness of Indonesian culture reflected in traditional games and food, which apparently contains mathematical values. The method used was qualitative with ethnography, through literature and documentation studies of relevant sources on congklak and klepon. This research identified that both congklak and klepon represent the concept of spatial (ball and half ball) and flat (circle) shapes, which can be used as a medium for learning mathematics. In addition, the addition and chance operations that appear in the activities of playing congklak and making klepon show the relationship between culture and mathematical concepts. The results concluded that ethnomathematics is important in understanding mathematics and increasing understanding of local culture. The main conclusion of this research is that the integration of local cultural elements in mathematics learning can make the learning process more contextual, relevant and meaningful, and encourage cultural preservation through education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur etnomatematika yang terdapat pada permainan tradisional congklak dan makanan klepon, dengan fokus pada kesamaan konsep bangun ruang, bangun datar, operasi penjumlahan, dan peluang. Latar belakang penelitian didasarkan pada kekayaan budaya Indonesia yang tercermin dalam permainan dan makanan tradisional, yang ternyata mengandung nilai-nilai matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan etnografi, melalui studi literatur dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan mengenai congklak dan klepon. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa baik congklak maupun klepon merepresentasikan konsep bangun ruang (bola dan setengah bola) serta bangun datar (lingkaran), yang dapat dijadikan media pembelajaran matematika. Selain itu, operasi penjumlahan dan peluang yang muncul dalam aktivitas bermain congklak dan pembuatan klepon menunjukkan keterkaitan antara budaya dan konsep matematika. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa etnomatematika penting dalam pemahaman matematika serta meningkatkan pemahaman terhadap budaya lokal. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa integrasi unsur budaya lokal dalam pembelajaran matematika dapat membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna, serta mendorong pelestarian budaya melalui pendidikan.

SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPAVol. 5(3)
University of HKBP Nommensen (ID)
Openalex Percentile: Top 6%
Sports and Physical Education Research
4.76
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.