PERSEPSI KOMPONEN PENDIDIKAN TERHADAP INTEGRASI PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DI SEKOLAH DASAR INPRES LABAT KOTA KUPANG

This research is motivated by the increasing number of cases of sexual violence against children and the gap between the urgent need for sexual education and the limited implementation in elementary schools due to taboos. The focus of this study is to analyze in-depth the perceptions of educational stakeholders—teachers, principals, students, and parents—regarding the integration of sexual education into science and education learning using technology at SDI Labat, Kupang City. As a crucial step, this study employed a qualitative phenomenological approach, collecting data through observation, interviews, and documentation studies. Key findings indicate that all educational stakeholders have very positive perceptions and consider this integration relevant and important. However, implementation still faces challenges such as limited teacher training and cultural sensitivity. The use of technology, such as educational videos, has proven effective in overcoming these obstacles and significantly improving student understanding. In conclusion, integrating sexual education into science and education is an effective strategy for equipping children with self-protection knowledge. However, its success depends heavily on curriculum support, comprehensive teacher training, and parental involvement. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak dan adanya kesenjangan antara kebutuhan mendesak akan pendidikan seksual dengan minimnya implementasi di sekolah dasar akibat isu tabu. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam persepsi komponen pendidikan—guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua—terhadap integrasi pendidikan seksual dalam pembelajaran IPAS dengan pemanfaatan teknologi di SDI Labat Kota Kupang. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa seluruh komponen pendidikan memiliki persepsi yang sangat positif dan menganggap integrasi ini relevan serta penting. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan sensitivitas budaya, di mana pemanfaatan teknologi seperti video edukatif terbukti efektif untuk mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Kesimpulannya, integrasi pendidikan seksual dalam IPAS merupakan strategi yang efektif untuk membekali anak dengan pengetahuan perlindungan diri, namun keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan kurikulum, pelatihan guru yang komprehensif, serta pelibatan orang tua.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Published
2025-08-18
DOI
https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6663
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PERSEPSI KOMPONEN PENDIDIKAN TERHADAP INTEGRASI PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DI SEKOLAH DASAR INPRES LABAT KOTA KUPANG

Karina Meriaty Bantaika
SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Education and Character Development
article

PERSEPSI KOMPONEN PENDIDIKAN TERHADAP INTEGRASI PENDIDIKAN SEKSUAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DI SEKOLAH DASAR INPRES LABAT KOTA KUPANG

Karina Meriaty Bantaika
article en

Abstract

This research is motivated by the increasing number of cases of sexual violence against children and the gap between the urgent need for sexual education and the limited implementation in elementary schools due to taboos. The focus of this study is to analyze in-depth the perceptions of educational stakeholders—teachers, principals, students, and parents—regarding the integration of sexual education into science and education learning using technology at SDI Labat, Kupang City. As a crucial step, this study employed a qualitative phenomenological approach, collecting data through observation, interviews, and documentation studies. Key findings indicate that all educational stakeholders have very positive perceptions and consider this integration relevant and important. However, implementation still faces challenges such as limited teacher training and cultural sensitivity. The use of technology, such as educational videos, has proven effective in overcoming these obstacles and significantly improving student understanding. In conclusion, integrating sexual education into science and education is an effective strategy for equipping children with self-protection knowledge. However, its success depends heavily on curriculum support, comprehensive teacher training, and parental involvement. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual pada anak dan adanya kesenjangan antara kebutuhan mendesak akan pendidikan seksual dengan minimnya implementasi di sekolah dasar akibat isu tabu. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam persepsi komponen pendidikan—guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua—terhadap integrasi pendidikan seksual dalam pembelajaran IPAS dengan pemanfaatan teknologi di SDI Labat Kota Kupang. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa seluruh komponen pendidikan memiliki persepsi yang sangat positif dan menganggap integrasi ini relevan serta penting. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan sensitivitas budaya, di mana pemanfaatan teknologi seperti video edukatif terbukti efektif untuk mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Kesimpulannya, integrasi pendidikan seksual dalam IPAS merupakan strategi yang efektif untuk membekali anak dengan pengetahuan perlindungan diri, namun keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan kurikulum, pelatihan guru yang komprehensif, serta pelibatan orang tua.

SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPAVol. 5(3)
University of Nusa Cendana (ID)
Openalex Percentile: Top 77%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.