PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK MEWUJUDKAN KAMPUNG SIAGA BENCANA (KSB) DI DESA BANGBAYANG KAMPUNG CIPADANG AYAM PELUNG

Indonesia is an archipelagic country located at the confluence of three tectonic plates, which means that the possibility of occurrence of disasters is extremely high. Especially after the issue of the potential earthquake and tidal flood 'Megatrust' that could hit this country at any time. Bangbayang Village is one of the tectonic areas located in Cianjur Regency, with the potential for earthquakes, tidal floods and tornadoes. With the Disaster Preparedness Village (KSB) it is hoped that it can help and increase public awareness of the importance of disaster preparedness, and the community can be independent and adapt in facing potential threats of disasters that will occur. In an effort to realize the Disaster Preparedness Village, community participation is a very important indicator. Because the main principle of implementing the Disaster Alert Village is to prioritize community independence in disaster management and to know what actions to take during pre-disaster, during disaster and post-disaster. The method used in this research is descriptive qualitative by conducting a pre test, lecture, and post test. The results of this community service are other steps taken in disaster management to create a disaster preparedness village. ABSTRAKIndonesia adalah negara kepulauan yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng eurasia, lempeng pasifik dan lempeng indo-australia sehingga tingkat kemungkinan terjadinya bencana sangat tinggi. Beredarnya isu mengenai potensi gempa bumi “Megatrust” yang bisa terjadi kapan pun di negeri ini salah satu akibat dari hal tersebut. Desa Bangbayang sebuah desa yang tertetak di wilayah pegunungan di Kabupaten Cianjur, yang memiliki potensi kebencanaan berupa gempa bumi dan banjir rob. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta mendorong masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dan mampu beradaptasi dalam menghadapi ancaman bencana yang berpotensi terjadi. Dalam upaya mewujudkan Kampung Siaga Bencana partisipasi masyarakat menjadi indikator yang sangat penting. Hal ini karena prinsip utama dalam pelaksanaan Kampung Siaga Bencana adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan pada fase pra bencana, saat bencana terjadi dan pasca bencana. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan test awal, ceramah dan post test serta dalam ceramah ada diskusi (tanya jawab) terkait tema pengabdian kepada masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah informasi dan pengetahuan tentang partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana untuk mewujudkan Kampung Siaga Bencana.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2025-08-18
DOI
https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6692
Primary Topic
Geotechnical and construction materials studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK MEWUJUDKAN KAMPUNG SIAGA BENCANA (KSB) DI DESA BANGBAYANG KAMPUNG CIPADANG AYAM PELUNG

Marningot Tua Natalis Situmorang, Linda Noviana
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Geotechnical and construction materials studies
article

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK MEWUJUDKAN KAMPUNG SIAGA BENCANA (KSB) DI DESA BANGBAYANG KAMPUNG CIPADANG AYAM PELUNG

Marningot Tua Natalis Situmorang, Linda Noviana
article en

Abstract

Indonesia is an archipelagic country located at the confluence of three tectonic plates, which means that the possibility of occurrence of disasters is extremely high. Especially after the issue of the potential earthquake and tidal flood 'Megatrust' that could hit this country at any time. Bangbayang Village is one of the tectonic areas located in Cianjur Regency, with the potential for earthquakes, tidal floods and tornadoes. With the Disaster Preparedness Village (KSB) it is hoped that it can help and increase public awareness of the importance of disaster preparedness, and the community can be independent and adapt in facing potential threats of disasters that will occur. In an effort to realize the Disaster Preparedness Village, community participation is a very important indicator. Because the main principle of implementing the Disaster Alert Village is to prioritize community independence in disaster management and to know what actions to take during pre-disaster, during disaster and post-disaster. The method used in this research is descriptive qualitative by conducting a pre test, lecture, and post test. The results of this community service are other steps taken in disaster management to create a disaster preparedness village. ABSTRAKIndonesia adalah negara kepulauan yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng eurasia, lempeng pasifik dan lempeng indo-australia sehingga tingkat kemungkinan terjadinya bencana sangat tinggi. Beredarnya isu mengenai potensi gempa bumi “Megatrust” yang bisa terjadi kapan pun di negeri ini salah satu akibat dari hal tersebut. Desa Bangbayang sebuah desa yang tertetak di wilayah pegunungan di Kabupaten Cianjur, yang memiliki potensi kebencanaan berupa gempa bumi dan banjir rob. Program Kampung Siaga Bencana (KSB) diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta mendorong masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dan mampu beradaptasi dalam menghadapi ancaman bencana yang berpotensi terjadi. Dalam upaya mewujudkan Kampung Siaga Bencana partisipasi masyarakat menjadi indikator yang sangat penting. Hal ini karena prinsip utama dalam pelaksanaan Kampung Siaga Bencana adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan pada fase pra bencana, saat bencana terjadi dan pasca bencana. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan test awal, ceramah dan post test serta dalam ceramah ada diskusi (tanya jawab) terkait tema pengabdian kepada masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah informasi dan pengetahuan tentang partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana untuk mewujudkan Kampung Siaga Bencana.

COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatVol. 5(1)
Universitas Sahid Jakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 78%
Geotechnical and construction materials studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.