THE EVERYDAY LIFE OF WOMEN LIVING WITH HIV IN BANDUNG CITY

The daily lives of people living with HIV/AIDS are often filled with challenges stemming from physical, mental, and socio-cultural aspects. Among them, many are able to face these challenges, while some struggle to do so. Women living with HIV face even greater challenges due to their gender roles in society, whether as single women, mothers, wives, or daughters-in-law. his study describes the dynamic challenges faced by women living with HIV in Bandung City. These challenges go beyond biological aspects and include the ways they confront them. The research employs a phenomenological method, with data collected through in-depth interviews and participant observation involving seven women with HIV/AIDS who are either homemakers or workers. The findings reveal that the daily lives of women living with HIV/AIDS in Bandung are marked by issues related to their physical, mental, and socio-cultural conditions. After being infected, their physical health often deteriorates, requiring them to adapt to these conditions to maintain their daily activities. They also experience mental pressure due to the need to hide their health status because of societal stigma. Some women fail to manage these challenges and experience stress, while others successfully cope with them. Remarkably, some women manage to empower themselves and live fulfilling lives.Kehidupan sehari-hari orang dengan HIV/AIDS selalu penuh dengan problem yang berasal dari aspek fisik, mental, dan sosio-kultural. Diantara mereka, banyak yang mampu menghadapi tantangan itu, dan sebagian tidak mampu menghadapinya. Para pengidap HIV perempuan memiliki tantangan yang lebih berat karena berkaitan dengan peran gender mereka di masyarakat, baik sebagai perempuans ingle, ibu, istri atau menantu. Penelitian ini menggambarkan kehidupan perempuan dengan HIV di Kota Bandung yang penuh dengan berbagai tantangan serta cara mereka menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi partisipasi pada 7 perempuan dengan HIV dan AIDS dengan status sebagai ibu rumah tangga dan pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan keseharian para perempuan dengan HIV/AIDS di kota Bandung diwarnai dengan persoalan terkait kondisi fisik , mental, dan sosio-kultural. Setelah terinfeksi, kondisi fisik mereka seringkali menurun dan membuat mereka harus dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut agar bisa tetap beraktiitas sehari-hari. Mereka juga mengalami tekanan mental karena harus menyembunyikan status penyakit mereka karena adanya stigma di masyarakat. Beberapa perempuan tidak dapat mengelola tantangan itu dengan baik sehingga mengalami stres, tetapi beberapa dapat menghadapi tantangan itu dengan baik. Bahkan ada beberapa perempuan yang dapat memberdayakan dirinya dan menjalani hidupnya dengan sejahtera.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Sosiohumaniora
Published
2025-04-28
DOI
https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v26i3.60303
Primary Topic
HIV/AIDS Research and Interventions
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

THE EVERYDAY LIFE OF WOMEN LIVING WITH HIV IN BANDUNG CITY

Erna Herawati, Junardi Harahap, Maulina Thahara Putri
1 links
Sosiohumaniora
HIV/AIDS Research and Interventions
article

THE EVERYDAY LIFE OF WOMEN LIVING WITH HIV IN BANDUNG CITY

Erna Herawati, Junardi Harahap, Maulina Thahara Putri
article en

Abstract

The daily lives of people living with HIV/AIDS are often filled with challenges stemming from physical, mental, and socio-cultural aspects. Among them, many are able to face these challenges, while some struggle to do so. Women living with HIV face even greater challenges due to their gender roles in society, whether as single women, mothers, wives, or daughters-in-law. his study describes the dynamic challenges faced by women living with HIV in Bandung City. These challenges go beyond biological aspects and include the ways they confront them. The research employs a phenomenological method, with data collected through in-depth interviews and participant observation involving seven women with HIV/AIDS who are either homemakers or workers. The findings reveal that the daily lives of women living with HIV/AIDS in Bandung are marked by issues related to their physical, mental, and socio-cultural conditions. After being infected, their physical health often deteriorates, requiring them to adapt to these conditions to maintain their daily activities. They also experience mental pressure due to the need to hide their health status because of societal stigma. Some women fail to manage these challenges and experience stress, while others successfully cope with them. Remarkably, some women manage to empower themselves and live fulfilling lives.Kehidupan sehari-hari orang dengan HIV/AIDS selalu penuh dengan problem yang berasal dari aspek fisik, mental, dan sosio-kultural. Diantara mereka, banyak yang mampu menghadapi tantangan itu, dan sebagian tidak mampu menghadapinya. Para pengidap HIV perempuan memiliki tantangan yang lebih berat karena berkaitan dengan peran gender mereka di masyarakat, baik sebagai perempuans ingle, ibu, istri atau menantu. Penelitian ini menggambarkan kehidupan perempuan dengan HIV di Kota Bandung yang penuh dengan berbagai tantangan serta cara mereka menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi partisipasi pada 7 perempuan dengan HIV dan AIDS dengan status sebagai ibu rumah tangga dan pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan keseharian para perempuan dengan HIV/AIDS di kota Bandung diwarnai dengan persoalan terkait kondisi fisik , mental, dan sosio-kultural. Setelah terinfeksi, kondisi fisik mereka seringkali menurun dan membuat mereka harus dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut agar bisa tetap beraktiitas sehari-hari. Mereka juga mengalami tekanan mental karena harus menyembunyikan status penyakit mereka karena adanya stigma di masyarakat. Beberapa perempuan tidak dapat mengelola tantangan itu dengan baik sehingga mengalami stres, tetapi beberapa dapat menghadapi tantangan itu dengan baik. Bahkan ada beberapa perempuan yang dapat memberdayakan dirinya dan menjalani hidupnya dengan sejahtera.

SosiohumanioraVol. 26(3)
Padjadjaran University (ID)
Good health and well-being
Openalex Percentile: Top 74%
HIV/AIDS Research and Interventions
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.