Pengetahuan Remaja Tentang Kekerasan Seksual

The adolescent age range is defined as 10 to 24 years and unmarried, marking the transitional period from childhood to adulthood. Over the past 20 years, there has been a significant increase in incidents of sexual violence. The lack of knowledge and understanding among adolescents regarding sexual harassment renders them more vulnerable to such acts. Therefore, it is essential for adolescents to protect themselves better through adequate skills and knowledge. This study aims to describe adolescents’ knowledge regarding sexual violence. The research employed a quantitative approach using a descriptive method with a cross-sectional design. The population of the study consisted of 426 individuals, and the sample size was determined using Slovin’s formula, resulting in 81 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, and the instrument utilized was a questionnaire. The collected data were then tabulated and the frequencies calculated to facilitate percentage analysis. The results showed that the majority of respondents were aged between 16 and 21 years, totaling 46 respondents (56.7%). Most of the respondents had only a basic level of education, totaling 37 respondents (45.7%), and the majority were female, totaling 62 respondents (76.5%). Furthermore, most respondents had a moderate level of knowledge, with 32 respondents (39.5%) falling into this category. These findings are expected to support government policies, healthcare professionals, and social organizations in enhancing promotional and mentoring activities aimed at preventing sexual violence among adolescents. ABSTRAK Rentang usia remaja ialah 10 hingga 24 tahun dan belum menikah, dapat diartikan remaja ialah masa pergantian dari anak-anak menuju dewasa. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ditemukan peningkatan yang signifikan terhadap kekerasan seksual. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman remaja terhadap pelecehan seksual membuat mereka rentan mengalami pelecehan, hal ini mengharuskan remaja memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap dirinya melalui keterampilan dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 426 orang dan penentuan sampel menggunakan rumus slovin berjumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive Sampling serta alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dilanjutkan tabulating lalu menentukan frekuensi untuk memudahkan dalam perhitungan persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden sebagian besar berusia 16-21 tahun sebanyak 46 responden (56,7%), sebagian besar responden berpendidikan dasar yaitu sebanyak 37 responden ( 45,7 %), dan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 62 responden ( 76,5 %), serta sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup sebanyak 32 responden (39,5%) sehingga diharapkan semakin mendukung kebijakan pemerintah, tenaga kesehatan dan organisasi sosial untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan promosi dan pendampingan kepada remaja untuk mencegah kekerasan seksual pada remaja.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Journal of Holistics and Health Sciences
Published
2025-03-29
DOI
https://doi.org/10.35473/jhhs.v7i1.585
Primary Topic
Legal and Social Justice Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengetahuan Remaja Tentang Kekerasan Seksual

Wahyu Kristiningrum, Arista Candra Irawati, Ade Surya Prabandari Putri
Journal of Holistics and Health Sciences
Legal and Social Justice Studies
article

Pengetahuan Remaja Tentang Kekerasan Seksual

Wahyu Kristiningrum, Arista Candra Irawati, Ade Surya Prabandari Putri
article en

Abstract

The adolescent age range is defined as 10 to 24 years and unmarried, marking the transitional period from childhood to adulthood. Over the past 20 years, there has been a significant increase in incidents of sexual violence. The lack of knowledge and understanding among adolescents regarding sexual harassment renders them more vulnerable to such acts. Therefore, it is essential for adolescents to protect themselves better through adequate skills and knowledge. This study aims to describe adolescents’ knowledge regarding sexual violence. The research employed a quantitative approach using a descriptive method with a cross-sectional design. The population of the study consisted of 426 individuals, and the sample size was determined using Slovin’s formula, resulting in 81 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, and the instrument utilized was a questionnaire. The collected data were then tabulated and the frequencies calculated to facilitate percentage analysis. The results showed that the majority of respondents were aged between 16 and 21 years, totaling 46 respondents (56.7%). Most of the respondents had only a basic level of education, totaling 37 respondents (45.7%), and the majority were female, totaling 62 respondents (76.5%). Furthermore, most respondents had a moderate level of knowledge, with 32 respondents (39.5%) falling into this category. These findings are expected to support government policies, healthcare professionals, and social organizations in enhancing promotional and mentoring activities aimed at preventing sexual violence among adolescents. ABSTRAK Rentang usia remaja ialah 10 hingga 24 tahun dan belum menikah, dapat diartikan remaja ialah masa pergantian dari anak-anak menuju dewasa. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ditemukan peningkatan yang signifikan terhadap kekerasan seksual. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman remaja terhadap pelecehan seksual membuat mereka rentan mengalami pelecehan, hal ini mengharuskan remaja memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap dirinya melalui keterampilan dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 426 orang dan penentuan sampel menggunakan rumus slovin berjumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive Sampling serta alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dilanjutkan tabulating lalu menentukan frekuensi untuk memudahkan dalam perhitungan persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden sebagian besar berusia 16-21 tahun sebanyak 46 responden (56,7%), sebagian besar responden berpendidikan dasar yaitu sebanyak 37 responden ( 45,7 %), dan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 62 responden ( 76,5 %), serta sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup sebanyak 32 responden (39,5%) sehingga diharapkan semakin mendukung kebijakan pemerintah, tenaga kesehatan dan organisasi sosial untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan promosi dan pendampingan kepada remaja untuk mencegah kekerasan seksual pada remaja.

Journal of Holistics and Health SciencesVol. 7(1)
Universitas Galuh (ID)
Gender equality
Openalex Percentile: Top 67%
Legal and Social Justice Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.