ANALISIS PENGGUNAAN EMOTIKON SEBAGAI KONTEKS DALAM OBROLAN: CYBERPRAGMATIK

ABSTRACT The development of digital technology over the past two decades has revolutionized the way people communicate, especially through the internet, social media, instant messaging applications, and 3D virtual worlds. New forms of communication, such as virtual conversations, have become increasingly common, particularly in messaging apps. However, virtual communication presents challenges such as the loss of gestures, facial expressions, and other non-verbal elements that are crucial for understanding messages. Therefore, emoticons are needed as tools to provide context and clarify meaning in conversations. This study aims to determine how emoticons are used in conversations and their impact on information reception in virtual communication. The research employs a literature review method. Data collection was carried out by identifying, describing, and concluding various relevant secondary data, while data analysis went through several stages: data reduction, data presentation, and data verification. The findings show that the use of emojis provides several benefits in virtual communication. Ten specific benefits of using emojis have been identified. Emojis help facilitate the understanding of meaning in conversations. The absence of gestures, facial expressions, and vocal intonation in virtual communication can lead to misunderstandings of the intended message. Therefore, emojis can help highlight certain intended aspects in communication. For instance, if someone wants to end a conversation with the word “okay,” the communicator may add a smiling emoji afterward to convey friendliness. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah merevolusi cara masyarakat berkomunikasi, terutama melalui internet, media sosial, aplikasi pesan instan, dan dunia virtual 3D. Bentuk komunikasi baru seperti percakapan virtual kini semakin umum, khususnya di aplikasi pesan instan. Namun, komunikasi virtual menghadirkan tantangan seperti hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan elemen non-verbal lainnya yang penting dalam memahami pesan. Oleh karena itu, emotikon diperlukan sebagai alat bantu untuk memberikan konteks dan memperjelas makna dalam percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana emotikon digunakan dalam percakapan dan dampaknya terhadap penerimaan informasi dalam komunikasi virtual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Tahap pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan berbagai data sekunder yang relevan sedangkan tahapan analisis data melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan emoji memberikan berbagai manfaat dalam komunikasi virtual. Terdapat sepuluh manfaat penggunaan emoji yang telah diitentifikasi. Emoji berfungsi untuk mempermudah pemahaman makna dalam percakapan. Hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara dalam komunikasi virtual dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, penggunaan emoji dapat membantu menonjolkan aspek-aspek yang diinginkan dalam komunikasi. Misalnya, jika seseorang ingin mengakhiri percakapan dengan kata “okay,” komunikator dapat menambahkan emoji tersenyum di belakangnya. Hal ini dimaksudkan untuk menyampaikan keramahan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
LANGUAGE Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Published
2025-08-09
DOI
https://doi.org/10.51878/language.v5i3.5693
Primary Topic
Digital Communication and Language
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS PENGGUNAAN EMOTIKON SEBAGAI KONTEKS DALAM OBROLAN: CYBERPRAGMATIK

Yudistira Yudistira, Tamrin Tamrin, Fitria Ayuningsih, Yuniar Andini Safitri et al.
LANGUAGE Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Digital Communication and Language
article

ANALISIS PENGGUNAAN EMOTIKON SEBAGAI KONTEKS DALAM OBROLAN: CYBERPRAGMATIK

Yudistira Yudistira, Tamrin Tamrin, Fitria Ayuningsih, Yuniar Andini Safitri, M. Fadin Ma’bar
article en

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology over the past two decades has revolutionized the way people communicate, especially through the internet, social media, instant messaging applications, and 3D virtual worlds. New forms of communication, such as virtual conversations, have become increasingly common, particularly in messaging apps. However, virtual communication presents challenges such as the loss of gestures, facial expressions, and other non-verbal elements that are crucial for understanding messages. Therefore, emoticons are needed as tools to provide context and clarify meaning in conversations. This study aims to determine how emoticons are used in conversations and their impact on information reception in virtual communication. The research employs a literature review method. Data collection was carried out by identifying, describing, and concluding various relevant secondary data, while data analysis went through several stages: data reduction, data presentation, and data verification. The findings show that the use of emojis provides several benefits in virtual communication. Ten specific benefits of using emojis have been identified. Emojis help facilitate the understanding of meaning in conversations. The absence of gestures, facial expressions, and vocal intonation in virtual communication can lead to misunderstandings of the intended message. Therefore, emojis can help highlight certain intended aspects in communication. For instance, if someone wants to end a conversation with the word “okay,” the communicator may add a smiling emoji afterward to convey friendliness. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah merevolusi cara masyarakat berkomunikasi, terutama melalui internet, media sosial, aplikasi pesan instan, dan dunia virtual 3D. Bentuk komunikasi baru seperti percakapan virtual kini semakin umum, khususnya di aplikasi pesan instan. Namun, komunikasi virtual menghadirkan tantangan seperti hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan elemen non-verbal lainnya yang penting dalam memahami pesan. Oleh karena itu, emotikon diperlukan sebagai alat bantu untuk memberikan konteks dan memperjelas makna dalam percakapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana emotikon digunakan dalam percakapan dan dampaknya terhadap penerimaan informasi dalam komunikasi virtual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Tahap pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mendeskripsikan, dan menyimpulkan berbagai data sekunder yang relevan sedangkan tahapan analisis data melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan emoji memberikan berbagai manfaat dalam komunikasi virtual. Terdapat sepuluh manfaat penggunaan emoji yang telah diitentifikasi. Emoji berfungsi untuk mempermudah pemahaman makna dalam percakapan. Hilangnya gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara dalam komunikasi virtual dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, penggunaan emoji dapat membantu menonjolkan aspek-aspek yang diinginkan dalam komunikasi. Misalnya, jika seseorang ingin mengakhiri percakapan dengan kata “okay,” komunikator dapat menambahkan emoji tersenyum di belakangnya. Hal ini dimaksudkan untuk menyampaikan keramahan.

LANGUAGE Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan SastraVol. 5(3)
University of Mataram (ID)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 79%
Digital Communication and Language
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.