CARING TOGETHER: GRASSROOTS CHILDCARE, URBAN INCLUSION, AND COLLECTIVE RESILIENCE

Abstract. As urbanization accelerates in Indonesia, access to affordable, inclusive, and culturally relevant childcare remains a persistent challenge for urban families, particularly among working-class and marginalized communities. This study investigates Rumah Anak, a community-led childcare initiative in an urban neighborhood of Indonesia, to understand how grassroots caregiving models foster social cohesion, reciprocal care, and resilience amidst institutional fragmentation and resource scarcity. Using a qualitative case study approach that includes semi-structured interviews, participant observation, and document analysis, the research identifies three interrelated dynamics: trust-building and social bonding, reciprocal caregiving as a local ethic, and grassroots navigation of institutional ambiguity. The findings illustrate that Rumah Anak functions not merely as a substitute for formal daycare, but as a form of relational social infrastructure that strengthens community ties, supports maternal employment, and enhances child development. The study concludes that community-based childcare systems, when adequately supported, hold transformative potential for inclusive urban development and call for policy frameworks that center care as a shared civic responsibility. Abstrak. Di tengah percepatan urbanisasi di Indonesia, akses terhadap layanan pengasuhan anak yang terjangkau, inklusif, dan sesuai dengan konteks budaya masih menjadi tantangan besar, terutama bagi keluarga kelas pekerja dan kelompok marjinal. Penelitian ini mengkaji Rumah Anak, sebuah inisiatif pengasuhan anak berbasis komunitas di kawasan urban Indonesia, untuk memahami bagaimana model pengasuhan akar rumput mampu membangun kohesi sosial, praktik perawatan timbal balik, dan ketahanan kolektif di tengah fragmentasi kelembagaan dan keterbatasan sumber daya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi tiga dinamika utama: pembangunan kepercayaan dan ikatan sosial, etika lokal dalam perawatan timbal balik, serta adaptasi komunitas terhadap ambiguitas institusional. Temuan menunjukkan bahwa Rumah Anak bukan sekadar alternatif dari daycare formal, melainkan berfungsi sebagai infrastruktur sosial relasional yang memperkuat jaringan komunitas, mendukung partisipasi kerja perempuan, dan meningkatkan perkembangan anak. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem pengasuhan berbasis komunitas, jika didukung secara memadai, memiliki potensi transformatif dalam pembangunan kota yang inklusif dan menuntut kerangka kebijakan yang menempatkan perawatan sebagai tanggung jawab sipil Bersama.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Harkat Media Komunikasi Gender
Published
2025-06-29
DOI
https://doi.org/10.15408/harkat.v21i1.46977
Primary Topic
Youth Education and Societal Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

CARING TOGETHER: GRASSROOTS CHILDCARE, URBAN INCLUSION, AND COLLECTIVE RESILIENCE

Saifudin Asrori, Joharotul Jamilah, Muhammad Ismai’il, Ahmad Shabbir
Jurnal Harkat Media Komunikasi Gender
Youth Education and Societal Dynamics
article

CARING TOGETHER: GRASSROOTS CHILDCARE, URBAN INCLUSION, AND COLLECTIVE RESILIENCE

Saifudin Asrori, Joharotul Jamilah, Muhammad Ismai’il, Ahmad Shabbir
article en

Abstract

Abstract. As urbanization accelerates in Indonesia, access to affordable, inclusive, and culturally relevant childcare remains a persistent challenge for urban families, particularly among working-class and marginalized communities. This study investigates Rumah Anak, a community-led childcare initiative in an urban neighborhood of Indonesia, to understand how grassroots caregiving models foster social cohesion, reciprocal care, and resilience amidst institutional fragmentation and resource scarcity. Using a qualitative case study approach that includes semi-structured interviews, participant observation, and document analysis, the research identifies three interrelated dynamics: trust-building and social bonding, reciprocal caregiving as a local ethic, and grassroots navigation of institutional ambiguity. The findings illustrate that Rumah Anak functions not merely as a substitute for formal daycare, but as a form of relational social infrastructure that strengthens community ties, supports maternal employment, and enhances child development. The study concludes that community-based childcare systems, when adequately supported, hold transformative potential for inclusive urban development and call for policy frameworks that center care as a shared civic responsibility. Abstrak. Di tengah percepatan urbanisasi di Indonesia, akses terhadap layanan pengasuhan anak yang terjangkau, inklusif, dan sesuai dengan konteks budaya masih menjadi tantangan besar, terutama bagi keluarga kelas pekerja dan kelompok marjinal. Penelitian ini mengkaji Rumah Anak, sebuah inisiatif pengasuhan anak berbasis komunitas di kawasan urban Indonesia, untuk memahami bagaimana model pengasuhan akar rumput mampu membangun kohesi sosial, praktik perawatan timbal balik, dan ketahanan kolektif di tengah fragmentasi kelembagaan dan keterbatasan sumber daya. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi tiga dinamika utama: pembangunan kepercayaan dan ikatan sosial, etika lokal dalam perawatan timbal balik, serta adaptasi komunitas terhadap ambiguitas institusional. Temuan menunjukkan bahwa Rumah Anak bukan sekadar alternatif dari daycare formal, melainkan berfungsi sebagai infrastruktur sosial relasional yang memperkuat jaringan komunitas, mendukung partisipasi kerja perempuan, dan meningkatkan perkembangan anak. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem pengasuhan berbasis komunitas, jika didukung secara memadai, memiliki potensi transformatif dalam pembangunan kota yang inklusif dan menuntut kerangka kebijakan yang menempatkan perawatan sebagai tanggung jawab sipil Bersama.

Jurnal Harkat Media Komunikasi GenderVol. 21(1)
Openalex Percentile: Top 73%
Youth Education and Societal Dynamics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.