KRITIK EKOLOGIS DALAM LAGU DAERAH BIMA KARYA CUCU MALINGI: KAJIAN EKOKRITIK DAN CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS

Environmental degradation, including deforestation, wildlife extinction, and ecological disasters, constitutes a serious issue that necessitates interdisciplinary attention. This study examines ecological criticism represented in the traditional Bima song “Nggahi Rawi Pahu” by Cucu Malingi through the lens of ecocriticism and Critical Discourse Analysis (CDA). The analytical framework combines Greg Garrard’s ecocritical concepts (apocalypse, pollution, and animals) with Teun A. van Dijk’s AWK model (text structure, social cognition, and sociocultural context) to investigate the song lyrics as a medium of critique against environmental exploitation. The findings indicate that the lyrics construct a narrative of ecological damage through the use of symbolism, repetition, and metaphor, which illustrate deforestation, the extinction of wildlife, and flooding as direct consequences of human activity. Furthermore, the discourse strategies employed in the text foster collective ecological awareness and ideological resistance to environmental destruction by grounding the message in local cultural knowledge. This study highlights the role of traditional songs not merely as cultural expressions, but also as vehicles for ecological critique and public consciousness-raising.Keywords: Ecological Criticism, Critical Discourse Analysis, Traditional Song, Bima, Environmental Degradation AbstrakKerusakan lingkungan seperti deforestasi, kepunahan satwa, dan bencana ekologis menjadi persoalan yang memerlukan perhatian lintas disiplin. Penelitian ini menganalisis kritik ekologis yang direpresentasikan dalam lagu daerah Bima berjudul “Nggahi Rawi Pahu” karya Cucu Malingi dengan menggunakan pendekatan ekokritik dan critical discourse analysis (CDA). Pendekatan ekokritik Greg Garrard (apocalypse, pollution, dan animals) serta model AWK Teun A. van Dijk (struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosiokultural) digunakan untuk mengkaji lirik lagu sebagai bentuk kritik terhadap eksploitasi lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu membentuk narasi kerusakan ekologis melalui simbolisme, repetisi, dan metafora yang menggambarkan penggundulan hutan, punahnya satwa, dan banjir sebagai dampak langsung aktivitas manusia. Selain itu, strategi wacana dalam teks membangun kesadaran ekologis kolektif dan resistensi ideologis terhadap kerusakan lingkungan dengan mengandalkan pengetahuan budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa lagu tradisional tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai medium kritik ekologis dan penyadaran publik.Kata kunci: Kritik Ekologis, Analisis Wacana Kritis, Lagu Tradisional, Bima, Kerusakan Lingkungan

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SUSASTRA Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.51817/susastra.v14i1.250
Primary Topic
Linguistics and Language Analysis
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

KRITIK EKOLOGIS DALAM LAGU DAERAH BIMA KARYA CUCU MALINGI: KAJIAN EKOKRITIK DAN CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS

Muhammad Ifan, Eva Iryani, Ahmad Taufiq, Evi Sulistiana
SUSASTRA Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya
Linguistics and Language Analysis
article

KRITIK EKOLOGIS DALAM LAGU DAERAH BIMA KARYA CUCU MALINGI: KAJIAN EKOKRITIK DAN CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS

Muhammad Ifan, Eva Iryani, Ahmad Taufiq, Evi Sulistiana
article en

Abstract

Environmental degradation, including deforestation, wildlife extinction, and ecological disasters, constitutes a serious issue that necessitates interdisciplinary attention. This study examines ecological criticism represented in the traditional Bima song “Nggahi Rawi Pahu” by Cucu Malingi through the lens of ecocriticism and Critical Discourse Analysis (CDA). The analytical framework combines Greg Garrard’s ecocritical concepts (apocalypse, pollution, and animals) with Teun A. van Dijk’s AWK model (text structure, social cognition, and sociocultural context) to investigate the song lyrics as a medium of critique against environmental exploitation. The findings indicate that the lyrics construct a narrative of ecological damage through the use of symbolism, repetition, and metaphor, which illustrate deforestation, the extinction of wildlife, and flooding as direct consequences of human activity. Furthermore, the discourse strategies employed in the text foster collective ecological awareness and ideological resistance to environmental destruction by grounding the message in local cultural knowledge. This study highlights the role of traditional songs not merely as cultural expressions, but also as vehicles for ecological critique and public consciousness-raising.Keywords: Ecological Criticism, Critical Discourse Analysis, Traditional Song, Bima, Environmental Degradation AbstrakKerusakan lingkungan seperti deforestasi, kepunahan satwa, dan bencana ekologis menjadi persoalan yang memerlukan perhatian lintas disiplin. Penelitian ini menganalisis kritik ekologis yang direpresentasikan dalam lagu daerah Bima berjudul “Nggahi Rawi Pahu” karya Cucu Malingi dengan menggunakan pendekatan ekokritik dan critical discourse analysis (CDA). Pendekatan ekokritik Greg Garrard (apocalypse, pollution, dan animals) serta model AWK Teun A. van Dijk (struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosiokultural) digunakan untuk mengkaji lirik lagu sebagai bentuk kritik terhadap eksploitasi lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu membentuk narasi kerusakan ekologis melalui simbolisme, repetisi, dan metafora yang menggambarkan penggundulan hutan, punahnya satwa, dan banjir sebagai dampak langsung aktivitas manusia. Selain itu, strategi wacana dalam teks membangun kesadaran ekologis kolektif dan resistensi ideologis terhadap kerusakan lingkungan dengan mengandalkan pengetahuan budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa lagu tradisional tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai medium kritik ekologis dan penyadaran publik.Kata kunci: Kritik Ekologis, Analisis Wacana Kritis, Lagu Tradisional, Bima, Kerusakan Lingkungan

SUSASTRA Jurnal Ilmu Susastra dan BudayaVol. 14(1)
Yogyakarta State University (ID)
Life in Land
Openalex Percentile: Top 74%
Linguistics and Language Analysis
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.