NILAI TOLERANSI DALAM PERSPEKTIF HADIS

This study aims to explore in depth the values of tolerance from the perspective of hadith as an essential component of Islamic teachings that promote peace, respect, and coexistence within a multicultural society. Utilizing a qualitative approach through library research, the study draws from a range of primary sources such as hadith compilations and secondary sources including scholarly articles, books, and supporting documents. In hadith literature, tolerance is often articulated through terms like tasamuh and samahah, which imply generosity, openness, and acceptance of diversity. These values form the ethical basis for constructive interfaith dialogue and sustainable social harmony. Islam emphasizes that religious freedom and recognition of others' existence are fundamental human rights protected by divine revelation. Tolerance in Islam is proactive—it involves not only accepting differences but also promoting cooperation for the common good. Therefore, the principle of tolerance is pivotal in building an inclusive and peaceful society. This study affirms that the implementation of tolerance values is highly relevant in today's diverse world and aligns with the broader vision of Islam as a mercy to all creation (rahmatan lil 'alamin). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam nilai-nilai toleransi dalam perspektif hadis sebagai bagian integral dari ajaran Islam yang mengedepankan kedamaian, penghormatan, dan hidup berdampingan dalam masyarakat multikultural. Dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini mengandalkan berbagai sumber primer seperti kitab-kitab hadis, serta sumber sekunder seperti artikel ilmiah, buku, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya merupakan sikap sosial, melainkan juga ajaran teologis yang diinternalisasi dalam kehidupan Rasulullah SAW. Dalam hadis, toleransi diterjemahkan melalui istilah tasamuh atau samahah, yang bermakna kemurahan hati, kelapangan dada, dan sikap menerima perbedaan. Konsep ini memberikan dasar kuat untuk menciptakan ruang dialog antarumat beragama dan mendorong terciptanya kerukunan sosial yang berkelanjutan. Islam memandang bahwa kebebasan beragama dan penghormatan terhadap eksistensi orang lain adalah bagian dari fitrah manusia yang dijamin oleh wahyu. Toleransi dalam Islam bersifat aktif—tidak hanya membiarkan perbedaan, tetapi juga mengupayakan kolaborasi untuk kebaikan bersama. Oleh karena itu, nilai toleransi menjadi pondasi penting dalam pembangunan masyarakat inklusif yang damai dan adil. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat sangat relevan dalam konteks global saat ini yang penuh dengan keragaman, serta merupakan bagian dari implementasi Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Amsal Al-Qur’an Jurnal Al-Qur’an dan Hadis
Published
2025-07-11
DOI
https://doi.org/10.63424/amsal.v2i2.359
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

NILAI TOLERANSI DALAM PERSPEKTIF HADIS

Endad Musaddad, Siti Intan Ceputri
Amsal Al-Qur’an Jurnal Al-Qur’an dan Hadis
Islamic Studies and Radicalism
article

NILAI TOLERANSI DALAM PERSPEKTIF HADIS

Endad Musaddad, Siti Intan Ceputri
article en

Abstract

This study aims to explore in depth the values of tolerance from the perspective of hadith as an essential component of Islamic teachings that promote peace, respect, and coexistence within a multicultural society. Utilizing a qualitative approach through library research, the study draws from a range of primary sources such as hadith compilations and secondary sources including scholarly articles, books, and supporting documents. In hadith literature, tolerance is often articulated through terms like tasamuh and samahah, which imply generosity, openness, and acceptance of diversity. These values form the ethical basis for constructive interfaith dialogue and sustainable social harmony. Islam emphasizes that religious freedom and recognition of others' existence are fundamental human rights protected by divine revelation. Tolerance in Islam is proactive—it involves not only accepting differences but also promoting cooperation for the common good. Therefore, the principle of tolerance is pivotal in building an inclusive and peaceful society. This study affirms that the implementation of tolerance values is highly relevant in today's diverse world and aligns with the broader vision of Islam as a mercy to all creation (rahmatan lil 'alamin). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam nilai-nilai toleransi dalam perspektif hadis sebagai bagian integral dari ajaran Islam yang mengedepankan kedamaian, penghormatan, dan hidup berdampingan dalam masyarakat multikultural. Dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini mengandalkan berbagai sumber primer seperti kitab-kitab hadis, serta sumber sekunder seperti artikel ilmiah, buku, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya merupakan sikap sosial, melainkan juga ajaran teologis yang diinternalisasi dalam kehidupan Rasulullah SAW. Dalam hadis, toleransi diterjemahkan melalui istilah tasamuh atau samahah, yang bermakna kemurahan hati, kelapangan dada, dan sikap menerima perbedaan. Konsep ini memberikan dasar kuat untuk menciptakan ruang dialog antarumat beragama dan mendorong terciptanya kerukunan sosial yang berkelanjutan. Islam memandang bahwa kebebasan beragama dan penghormatan terhadap eksistensi orang lain adalah bagian dari fitrah manusia yang dijamin oleh wahyu. Toleransi dalam Islam bersifat aktif—tidak hanya membiarkan perbedaan, tetapi juga mengupayakan kolaborasi untuk kebaikan bersama. Oleh karena itu, nilai toleransi menjadi pondasi penting dalam pembangunan masyarakat inklusif yang damai dan adil. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat sangat relevan dalam konteks global saat ini yang penuh dengan keragaman, serta merupakan bagian dari implementasi Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.

Amsal Al-Qur’an Jurnal Al-Qur’an dan HadisVol. 2(2)
Hasanuddin University (ID)
Peace, Justice and strong institutions
Openalex Percentile: Top 73%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.