Evaluasi Komprehensif Program Sekolah Penggerak Berbasis Model CIPP: Studi Kontekstual di Kabupaten Lombok Timur

The School Transformation Program (Program Sekolah Penggerak) is a strategic national agenda to enhance educational quality and develop the Pancasila Student Profile. However, its implementation at the local level still faces challenges that have rarely been evaluated comprehensively. This study aims to assess the overall implementation of the Program in East Lombok Regency using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. A descriptive-quantitative evaluative approach was applied, triangulated with qualitative data through in-depth interviews. The research population included all program schools in East Lombok, with purposive sampling based on school level and implementation phase. Instruments included a validated Likert-scale questionnaire and semi-structured interview guidelines. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were interpreted thematically. The findings revealed that context (4.20) and input (3.80) components were rated highly effective and effective; while process (3.20) and product (3.50) components showed moderate effectiveness and uneven outcomes across schools. The study highlights the need for sustained training and context-sensitive mentoring strategies. This research contributes to evidence-based educational policymaking for implementing national reform programs in diverse local settings. Abstract Transformasi pendidikan melalui Program Sekolah Penggerak merupakan bagian dari agenda strategis nasional untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter Pelajar Pancasila. Namun, pelaksanaan program ini di tingkat daerah masih menghadapi tantangan implementatif yang belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Sekolah Penggerak secara menyeluruh di Kabupaten Lombok Timur menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif kuantitatif-deskriptif dengan triangulasi data kualitatif melalui wawancara mendalam. Populasi penelitian adalah seluruh sekolah penggerak di Kabupaten Lombok Timur, dengan teknik purposive sampling berdasarkan jenjang dan tahun pelaksanaan. Instrumen yang digunakan adalah angket skala Likert dan pedoman wawancara semi-terstruktur yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif untuk data kuantitatif dan tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks (4,20) dan input (3,80) dinilai sangat efektif dan efektif; sedangkan proses (3,20) dan produk (3,50) menunjukkan efektivitas sedang dan tidak merata antar sekolah. Evaluasi ini menyoroti perlunya penguatan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan berbasis konteks. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan berbasis bukti dalam pelaksanaan program nasional di daerah dengan kompleksitas lokal.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
CENDEKIA Jurnal Pendidikan Terintegrasi
Published
2025-08-03
DOI
https://doi.org/10.63982/8xbama43
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Evaluasi Komprehensif Program Sekolah Penggerak Berbasis Model CIPP: Studi Kontekstual di Kabupaten Lombok Timur

Muh Nursabki, Ahyar Ansori
CENDEKIA Jurnal Pendidikan Terintegrasi
Educational Curriculum and Learning Methods
article

Evaluasi Komprehensif Program Sekolah Penggerak Berbasis Model CIPP: Studi Kontekstual di Kabupaten Lombok Timur

Muh Nursabki, Ahyar Ansori
article en

Abstract

The School Transformation Program (Program Sekolah Penggerak) is a strategic national agenda to enhance educational quality and develop the Pancasila Student Profile. However, its implementation at the local level still faces challenges that have rarely been evaluated comprehensively. This study aims to assess the overall implementation of the Program in East Lombok Regency using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. A descriptive-quantitative evaluative approach was applied, triangulated with qualitative data through in-depth interviews. The research population included all program schools in East Lombok, with purposive sampling based on school level and implementation phase. Instruments included a validated Likert-scale questionnaire and semi-structured interview guidelines. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were interpreted thematically. The findings revealed that context (4.20) and input (3.80) components were rated highly effective and effective; while process (3.20) and product (3.50) components showed moderate effectiveness and uneven outcomes across schools. The study highlights the need for sustained training and context-sensitive mentoring strategies. This research contributes to evidence-based educational policymaking for implementing national reform programs in diverse local settings. Abstract Transformasi pendidikan melalui Program Sekolah Penggerak merupakan bagian dari agenda strategis nasional untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter Pelajar Pancasila. Namun, pelaksanaan program ini di tingkat daerah masih menghadapi tantangan implementatif yang belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Sekolah Penggerak secara menyeluruh di Kabupaten Lombok Timur menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif kuantitatif-deskriptif dengan triangulasi data kualitatif melalui wawancara mendalam. Populasi penelitian adalah seluruh sekolah penggerak di Kabupaten Lombok Timur, dengan teknik purposive sampling berdasarkan jenjang dan tahun pelaksanaan. Instrumen yang digunakan adalah angket skala Likert dan pedoman wawancara semi-terstruktur yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif untuk data kuantitatif dan tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks (4,20) dan input (3,80) dinilai sangat efektif dan efektif; sedangkan proses (3,20) dan produk (3,50) menunjukkan efektivitas sedang dan tidak merata antar sekolah. Evaluasi ini menyoroti perlunya penguatan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan berbasis konteks. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan berbasis bukti dalam pelaksanaan program nasional di daerah dengan kompleksitas lokal.

CENDEKIA Jurnal Pendidikan TerintegrasiVol. 1(2)
Universitas Islam Syekh Yusuf (ID)
Openalex Percentile: Top 79%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.